Komisi II DPRD Kupang Pantau Pendistribusian Pupuk Buat Petani
Walaupun ada kelangkaan pupuk, Leka meminta harus ditelusuri apa penyebabnya dan solusi yang harus diambil.
Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
Komisi II DPRD Kupang Pantau Pendistribusian Pupuk Buat Petani
POS-KUPANG.COM I KUPANG--Tim Komisi II DPRD Kupang secara khusus mendatangi wilayah Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.
Kehadiran Komisi II bersama mitra kerja lingkup Pemkab Kupang dimaksudkan untuk bertemu para petani sekaligus memastikan pendistribusian pupuk sesuai permintaan dan tepat sasaran.
Mengutip rilis berita Humas Setda Kupang, Sabtu (13/2) disebutkan, kegiatan ini dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kupang, Yogerens Leka.
Hadir juga, Kadis Pertanian Kupang, Ir. Pandapotan Siallagan, Sekcam Kupang Timur Joni Neno Siki, Pejabat Kades Noelbaki Yulius Tallo, Koordinator PPL Kecamatan Kupang Tengah, Maria Owa dan masyarakat Desa Noelbaki.
Kades Noelbaki, Yulius Tallo dalam sekapur sirihnya mengatakan, berkenaan dengan pendistribusian pupuk yang menjadi kelangkaan bagi para petani, pihaknya patut bersyukur karena anggota DPRD Kupang berkenan hadir bersama untuk mencari solusi kebutuhan bagi para petani di Noelbaki terkhusus bagi 16 kelompok tani yang ada saat ini.
Sementara Yogerens Leka sangat bersyukur bisa bertemu dengan para kelompok tani Desa Noelbaki walaupun dalam masa pandemi Covid -19 yang semakin meningkat.
Dia mengakui kondisi tahun 2020 membuat hampir semua petani yang bergelut ditanaman padi tidak dapat menanam maupun memanennya. Namun tahun ini dengan curah hujan yang cukup dinilainya bagus kiranya dapat menunjang keberhasilan dalam proses penanaman dan produksi.
"Saya sudah mendapat kunjungan dari beberapa kelompok di Semau dan Nekamese yang mengeluhkan tentang kelangkaan pupuk. Saya harapkan kiranya dengan kehadiran kami di Kupang Tengah, tidak terjadi kelangkaan pupuk," tegas Leka.
Walaupun ada kelangkaan pupuk, Leka meminta harus ditelusuri apa penyebabnya dan solusi yang harus diambil.
PPL juga harus proaktif dalam memantau sistem ERDKK yaitu sejauh mana jalan keluar yang harus diambil untuk masyarakat petani agar tidak terjadi kelangkaan pupuk.
Maria Owa selaku Koordinator PPL di Kupang Tengah mengatakan ada 65 kelompok tani di Kecamatan Kupang Tengah. Namun,19 kelompok tani yang tidak bisa di validasi karena penyaluran pupuk ini sudah menggunakan sistem ERDKK (Elektronik Eencana Defenitif Kebutuhan Kelompok).
"Kami sebagai jembatan informasi, membantu mendampingi para kelompok tani untuk mengakses kartu keluarga agar bisa dimasukkan ke sistem. Tidak seperti halnya di tahun 2019 yang sistem penyaluran pupuk tidak melalui ERD melainkan dilakukan secara manual tanpa NIK dan diserahkan ke pengecer," kata Owa.
Sementara Kadis Pertanian, Pandapotan Siallagan mengakui curah hujan 2021 sudah cukup baik dan para petani bisa melakukan penanaman padi maupun jagung.
Untuk alokasi pupuk bersubsidi di Kabupaten Kupang di tahun 2021 sebesar 3.000 ton untuk pupuk Urea, 300 ton untuk pupuk SP36 300 ton, 50 ton pupuk ZA, 1300 ton untuk pupuk NBK, dan 350 ton untuk pupuk organik.
• Angelina Sondakh yang Masih Mendekam di Penjara,Brotoseno Kini Boyong Tata Janeeta di Rumah Mewahnya
• Kuasa Hukum Paslon Bupati Sabu Raijua Kecam Wacana Pelantikan Orient Riwu Kore
• 230 Advokat Peradi Siap Dampingi Ali Antonius di Kejaksaan Tinggi NTT
"Sesuai dengan Permentan no. 49 tahun 2021, alokasi pupuk yang sudah diberikan ke Kab. Kupang sudah dibagikan ke 24 kecamatan sesuai kebutuhan yang diajukan melalui ERD KK dan harus dilakukan pemerataan agar bisa terdistribusi serta mendapat bagian walaupun dalam porsi kecil," ungkap Pandapotan.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)
