Sabtu, 2 Mei 2026

Pasar Wolowona Amburadul, Siapa yang Kelola?

Tata kelola Pasar Wolowona di Kabupaten Ende, memprihatinkan. Sebenarnya siapakah yang salah?

Tayang:
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Kemacetan di Jalan Jurusan Ende - Maumere depan pasar Wolowona Ende, Jumat (12/2/2021). 

POS-KUPANG.COM | ENDE - Tata kelola Pasar Wolowona di Kabupaten Ende, memprihatinkan. Sebenarnya siapakah yang salah?

Pantauan POS-KUPANG.COM, Jumat (12/2/2021), soal kemacetan di jalan jurusan Ende - Maumere depan pasar, pedagang berjualan di pinggir jalan, becek dan sampah belum terselesaikan.

Keluhan pengendara, pedagang, macam-macam, saling menyalahkan. Lalu siapakah yang bertanggung jawab kelola pasar tersebut.

Hidup Menderita Sakit dan Penuh Kekurangan, Pasutri Asal Ulu Wae Matim Butuh Uluran Kasih

Pasar tersebut dikelola oleh dua pihak Pemerintah setempat dan swasta.

Hal itu terungkap dalam wawancara POS-KUPANG.COM, dengan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Ende beberapa waktu lalu.

Sebagai upaya mencegah kemacetan Dishub Ende menyurati pihak swasta yang mengelola pasar Wolowona agar menyediakan tempat parkir di dalam pasar.

Mentan Syahrul Yasin Limpo Lakukan Ini Saat Tinjau Lahan Food Estate di Sumba Tengah

Dengan adanya area parkir di dalam pasar maka kemacetan di jalan jurusan Ende - Maumere, depan pasar Wolowona, bisa diminimalisir.

"Pasar Wolowona itu pasar mingguan, ada dua pengelola di situ, pemerintah dan swasta. Nah kita surati pihak swasta agar menyediakan parkiran di dalam pasar," kata Zainudun Kabid Perhubungan Darat Dishub Ende.

Doni, salah seorang warga dekat pasar, kepada POS-KUPANG.COM, menuturkan, masalah kemacetan di pasar Wolowona bukan hanya soal tempat parkir saja, tetapi juga perilaku para pedagang dan pembali.

Menurutnya, seharusnya para pedagang tidak berjualan di pinggir jalan. "Nah pembeli ini kan cari yang mudah, dijangkau. Kalau di pinggir jalan ada, yah mereka berhenti motor di situ, lalu belanja. Maka macet," ungkapnya.

Menurutnya, para pembeli juga perlu menyadari bahwa tidak bisa seenaknya saja berhentikan kendaraan. Dia juga menyoroti kendaraan umum yang seenaknya parkir di pinggir jalan.

"Ini juga soal keselamatan. Perlu sadar bahwa itu jalan umum. Tidak bisa seenaknya," keluhnya.

Dia juga menyoroti, penempatan para pedagang. Menurutnya, para pedagang mesti ditempatkan dengan tertib dan jalan masuk menuju pasar perlu diatur dengan baik.

"Contohnya, bagian depan pasar itu, kalau jualan ikan, menurut saya kurang elok. Harus sediakan tempat khusus lah.. Ini orang dari luar Ende, dari Maumere langsung lihat wajah Ende begini, kurang bagus lah," ungkapnya.

Pantauan POS-KUPANG.COM, kendati merupakan pasar mingguan, aktivitas di area Pasar Wolowona ramai. Mengingat aktivitas jual beli di pasar tersebut berjalan setiap hari. Belum lagi di sebrang pasar banyak toko dan kios.

Selain itu, kondisi bagian depan pasar cukup memerihatinkan, karena kotor, sampah berseliweran dan becek. Area bagian depan pasar berjejer para pedagang menjual ikan.

Sementara area dalam pasar kadang lengang lantaran para pedagang cukup banyak yang lebih memilih berjualan di pinggir jalan.

Pihak Satpol PP kerap kali lakukan operasi penertiban terhadap pedagang yang berjualan di pinggir jalan, namun ditaati oleh pedagang hanya saat ada petugas, setelah petugas pulang, para pedagang kembali berdagang di pinggir jalan.

Para pedagang sayur dan pedagang ikan lebih banyak memilih menjual dagangan di area depan jalan. Kondisi ini diperparah jika pasar mungguan tiba pada hari Jumat setiap minggunya.

Di lain sisi, kondisi pasar yang sempit dan semrawut tak terurus membuat pasar ini mendapat image pasar terkotor di kabupaten Ende.

Hal itu nampak terlihat drainase jalan yang dipenuhi sampah dan sedimen lumpur kerap menimbulkan rembesan air ke badan jalan.

Sempitnya lokasi pasar wolowona juga berimbas, para pedagang yang tidak mendapatkan lokasi berjualan terpakasa harus "bertuan" pada pihak perorangan.

Mereka kebanyakan menyewa lahan milik salah satu warga di sebelah barat pasar wolowona untuk menjual barang dagangan. Hal ini memperburuk manajemen pengelolahan pasar sebagai akses jual beli masyarakat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved