Kematian Ustadz Maaher
Ditekan Kekuasaan? Rocky Gerung Beber Komnas HAM Takut Investigasi Kematian Ustadz Maaher di Rutan
Belakangan, publik mendesak Komnas HAM untuk turun tangan menginvestigasi kematian Ustadz Maaher.
POS KUPANG, COM - Kematian Maaher At-Thuwailibi masih menjadi perbincangan publik.
Belakangan, publik mendesak Komnas HAM untuk turun tangan menginvestigasi kematian Ustadz Maaher.
Diketahui, pendakwah bernama Soni Eranata ini menghembuskan nafas terakhiri di Rutan Bareskrim Polri.
Polisi sejatinya sudah menerangkan, Ustadz Maaher menolak dibawa ke RS saat sakit yang diidapnya kambuh.
Pengamat politik Rocky Gerung pun angkat suara soal keinginan publik agar Komnas HAM turun tangan.
Sebelumnya, Ustadz Maaher dikabarkan sakit radang usus.
Akademisi Rocky Gerung menanggapi desakan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk mengusut meninggalnya Ustadz Maaher At-Thuwailibi.
Hal itu ia sampaikan melalui kanal YouTube Rocky Gerung Official, Rabu (10/2/2021).
Diketahui tersangka kasus ujaran kebencian Soni Eranata alias Ustadz Maaher At-Thuwailibi meninggal dunia di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri akibat sakit yang sudah lama dideritanya.
Komnas HAM kemudian mendesak penyebab kematian Ustadz Maaher diusut, meskipun pihak keluarga sudah mengonfirmasi sang pendakwah tutup usia karena penyakit dalam.
Menanggapi hal itu, Rocky Gerung menilai kasus ini menarik.
"Ini tema yang menarik.
Menariknya bukan karena tema itu seksi, tetapi berbahaya," komentar Rocky Gerung.
Ia menganalisis ada dua alasan Komnas HAM terkesan hati-hati menangani topik kematian Ustadz Maaher.
"Saya bayangkan bahwa Komnas HAM bertindak hati-hati dan terlihat ketakutan karena dua hal," ungkapnya.