Longsor di Tenda Ondo Ende Tutup Akses Transportasi Tiga Desa
akses transportasi menuju sejumlah desa di kawasan pegunungan itu tidak bisa dilewati kendaraan, baik roda dua dan empat.
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
Longsor di Tenda Ondo Ende Tutup Akses Transportasi Tiga Desa
POS-KUPANG.COM | ENDE -- Angin kencang disertai hujan deras yang mengguyur selama sepekan ini di wilayah Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende menyebabkan tanah longsor di wilayah Desa Tenda Ondo, Rabu (10/2/2021) pagi.
Kepala Desa Watu Mite, Kristoforus Aryanto Dei mengatakan, material longsor langsung menutup jalan, sehingga akses transportasi menuju sejumlah desa di kawasan pegunungan itu tidak bisa dilewati kendaraan, baik roda dua dan empat.
"Longsoran ini tutup akses transportasi menuju tiga desa yang berada di kawasan pegunungan yakni, Desa Tenda Ondo, Desa Watumite, Desa Romarea. Sampai saat ini longsoran tersebut belum bisa diangkat," ungkapnya.
Kristoforus menambahkan, longsor terjadi di ruas jalan utama yang menghubungkan tiga desa. Akibat longsor tersebut jalan utama tertutup material longsor, banyak kendaraan yang terpaksa berbalik arah karena tidak bisa melewati jalur jalan utama.
"Saya juga tadi sebenarnya sudah balik arah kembali ke Desa Watumite, namun karena ada urusan yang sangat mendadak di wilayah Kecamatan Nangapanda, maka saya meminta tolong kepada beberapa warga yang berada di wilayah longsor tersebut, untuk membersihkan sedikit agar saya bisa lewati. Saya tidak tahu persisnya jam berapa, tetapi yang jelas longsoran itu terjadi saat hujan deras tadi malam," paparnya.
Kristoforus menjelaskan, memang ada beberapa orang warga sempat berusaha memindahkan material longsoran berupa batu dan pepohonan yang tengah menutupi sedimen jalan.
Namun material longsoran tersebut butuh alat berat yang bisa melakukan pembersihan, kalau material longsoran itu menggunakan tenaga manusia memang sangat tidak mungkin selesai, karena saat sekarang hujan masih turun deras, tentunya warga sudah tidak lagi melakukan pembersihan material longsoran tersebut.
"Material longsoran tersebut butuh alat berat yang bisa melakukan pembersihan, kalau material longsoran itu menggunakan tenaga manusia memang sangat tidak mungkin selesai, karena saat sekarang hujan masih turun deras, tentunya warga sudah tidak lagi melakukan pembersihan material longsoran tersebut," tandasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/longsor-di-desa-tenda-ondo-nangapanda.jpg)