Breaking News:

Salam Pos Kupang

Berharap Ketegasan Pemerintah

SELAMA tahun 2021 ini, lonjakan kasus Covid-19 di NTT begitu tinggi. Penambahan pasien baru berbanding terbalik dengan jumlah pasien sembuh

Berharap Ketegasan Pemerintah
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - SELAMA tahun 2021 ini, lonjakan kasus Covid-19 di NTT begitu tinggi. Penambahan pasien baru berbanding terbalik dengan jumlah pasien yang sembuh. Tambahan jumlah pasien setiap harinya bergerak di atas angka 100 orang. Di sisi yang lain, jumlah pasien yang meninggal juga tidak sedikit

Saban hari, kita dipertontonkan sekaligus diperdengarkan sirene mobil jenazah yang dikawal mobil aparat kepolisian menuju tempat pemakaman umum (TPU) untuk pemakanan pasien Covid-19 yang meninggal.

Selain terjadi lonjakan kasus Covid-19, NTT juga diperhadapkan dengan persoalan lain yaitu perebutan jenazah pasien Covid-19. Bahkan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) ada keluarga yang menggali kembali jenazah pasien Covid-19 yang telah dikuburkan Satgas Covid-19.

Bertahan dari Pandemi: Sektor Manakah Yang Harus Disorot?

Tidak hanya itu, ada juga yang tidak yakin anggota keluarganya meninggal karena Covid-19 walaupun sudah ada hasil pemeriksaan Swab Antigen yang ditunjukkan. Hal ini terjadi karena menurut mereka, pasien masuk ke RS dengan penyakit lain bukan karena Covid-19.

Masih ada segelintir orang sepertinya tidak percaya adanya Covid-19 yang sudah merenggut ratusan nyawa di NTT ini. Bahkan setiap hari ratusan warga terpapar dan terpaksa menjalankan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Menpora Zainudin Amali HARI INI Pimpin Rapat Koordinasi Nasib Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2021 INFO

Mengapa demikian? Apakah sosialisasi yang telah dilakukan selama ini tidak sampai ke orang-orang tersebut? Ataukah strategi komunikasi publik yang dilakukan pemerintah tidak tepat sasaran?

Memang, harus kita akui pada awal-awal Covid-19 melanda NTT, komunikasi publik pejabat kita sangat memerihatinkan. Bahkan menganggap Covid-19 ini penyakit yang biasa-biasa saja. Belum lagi mereka yang abai menerapkan protokol kesehatan.

Guna menekan meroketnya pasien terpapar Covid-19 di NTT ini maka sejumlah daerah menerapkan berbagai strategi. Ada yang melaksanakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM).

Bahkan untuk Kota Kupang, saat ini sudah melakukan PPMK untuk yang ketiga kalinya dan setiap PPKM berlaku selama dua minggu. Artinya, sudah enam minggu pelaksanaan PPKM di Kota Kupang sudah berjalan.

Kendati sudah beberapa waktu, namun sepertinya angka penambahan Covid-19 tidak melandai. Artinya, ada persoalan lain yang perlu ditangani Pemkot. Begitu juga yang terjadi di kabupaten lain. Kita melihat begitu variasinya upaya pengendalian di 22 kota/kabupaten di NTT ini.

Melihat kondisi demikian, kita berharap Pemprov NTT menjadi dirigen dalam upaya pengendalian Covid-19 ini. Dengan demikian upaya yang dilakukan di tingkat kabupaten/kota dapat berjalan seirama dan dalam tenggat waktu yang sama.

Kita berharap tindakan tegas pemerintah dalam pelaksanaan PPKM ini. Jangan ada toleransi untuk menyelamatkan warga NTT sehingga tidak setiap hari kita mendengarkan raungan sirene mobil jenazah ke TPU. Tindakan tegas tersebut untuk menyelamatkan masyarakat secara keseluruhan. (*)

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved