Breaking News:

TRP-Hegi Gugat KPU Sabu Raijua, Ini Tanggapan John Tuba Helan

Soal Paket TRP-Hegi Gugat KPU Sabu Raijua, Ini Tanggapan John Tuba Helan

Editor: Kanis Jehola
TRP-Hegi Gugat KPU Sabu Raijua, Ini Tanggapan John Tuba Helan
PK/ALWY
Dr. John Tuba Helan

Soal Paket TRP-Hegi Gugat KPU Sabu Raijua, Ini Tanggapan John Tuba Helan

POS-KUPANG.COM | KUPANG -Calon Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua, Takem Raja Pono-Herman Hegi Radja Haba ( Paket TRP-Hegi) menggugat KPU Sabu Raijua ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kupang.

Gugatan didaftarkan Kuasa Hukum TRP-Hegi, Rudi Kabunang di PTUN Kupang, Senin (8/2/2021). Langkah hukum ini dilakukan setelah terungkap Orient Riwu Kore diindikasikan berstatus warga negara Amerika Serikat.

Terpapar Covid-19 Ketua Fraksi Demokrat DPRD TTS Meninggal Dunia

Sebelumnya, KPU Sabu Raijua menetapkan Orient Riwu Kore-Thobias Uly (Paket IE-RAI) menjadi bupati dan wakil bupati terpilih.

Paket IE RAY mendulang 21.359 suara atau 48.3 persen, unggul atas dua pasangan calon lainnya. Peraih suara terbanyak kedua pasangan calon Nikodemus Rihi Heke- Yohanes Uly Kale dengan 13.292 atau 30,1 persen, dan Paket TRP-Hegi memperoleh 9.569 suara atau 21,6 persen.

Ciptakan Situasi Kondusif, Babinsa 1604-06/Batakte Bantu Masyarakat

Rudi menjelaskan, gugatan sudah didaftar ke PTUN Kupang dengan nomor perkara 216/2021/PTUN Kupang. Materi gugatan adalah, permasalahan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua dengan dugaan salah satu calon, diindikasikan berkewarganegaraan Amerika Serikat.

"Sesuai informasi dan bukti yang kami miliki dari Kedutaan Besar Amerika Serikat, maka kami ajukan gugatan ini sehubungan dengan aturan hukum, UU 12 Tahun 2006 menyatakan tentang berakhirnya kewarganegaraan Indonesia, jika seseorang menerima kewarganegaraan dari negara lain, dengan bukti seseorang mempunyai paspor negara lain," kata Rudi kepada wartawan di PTUN Kupang, Senin kemarin.

Menurut Rudi, undang-undang Pilkada mengatur seseorang jika mencalonkan diri sebagai kepala daerah harus warga negara Indonesia.

"Ini mutlak. Proses Pilkada telah selesai baru kita dapatkan informasi tentang hal ini, jadi satu-satunya jalan adalah gugat ke PTUN," tandasnya.

Ia mengatakan, permohonan gugatan itu agar majelis hukum memutuskan, penetapan Bupati terpilih Sabu Raijua, dinyatakan batal. Memerintahkan termohon dalam hal ini KPU, mencabut penetapan tersebut.

"Permohonan kami juga agar PTUN Kupang menyatakan Pilkada ulang. Saya tetap mengajukan permohonan dalam gugatan ini, agar hakim memutuskan adanya Pilkada ulang. Kenapa demikian, jika dalam proses persidangan jika ada satu peristiwa hukum yang belum diatur dalam undang-undang, maka hakim mempunyai kewajiban untuk menemukan hukum itu," ujar Rudi.

Terpisah, Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Dr Jhon Tuba Helan mengatakan, langkah yang ditempuh kuasa hukum Paket TRP-Hegi sudah tepat. Tahapan Pilkada sudah berakhir dengan penetapan pemenangnya sehingga tidak bisa lagi diproses lewat penyelenggara KPU, Bawaslu atau Mahkamah Konstitusi (MK).

"Langkah paling tepat itu adalah PTUN dengan objek gugatannya adalah penetapan paslon sebagai pemenang, karena sejak tahapan pendaftaran paslon IE-RAI tidak memenuhi syarat karena salah satu paslon berkewarganegaraan asing," kata Jhon Tuba Helan, Senin (8/2).

"Kalau dibawa ke MK itu sengketa hasil, tapi kasus Sabu Raijua bukan sengketa hasil. Hasilnya memang diterima, tetapi setelah terungkap bahwa salah satu paslon berkewarganegaraan asing maka harus ke PTUN sambil menunggu proses selanjutnya, apakah pilkada itu dinyatakan cacat lalu, digelar ulang atau seperti apa, kita tunggu putusan pengadilan," tandasnya.

Menurut Jhon Tuba Helan, dengan terungkapnya status berkewarganegaraan Amerika Serikat, maka Orient Riwu Kore melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 1 tahun 2019 tentang Pilkada, diubah dengan UU Nomor 10 tahun 2016 pasal 7 yang menyatakan, semua pasangan calon bupati dan wakil bupati warga negara Indonesia. (cr8)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved