Breaking News:

Mengintip Kesiapan BBKSDA NTT yang Jadi Tuan Rumah HKAN 2021

BKSDA NTT terpilih menjadi tuan rumah Hari Konservasi Alam Nasional ( HKAN 2021)

ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Direktur Jenderal KSDAE saat mengunjungi dua lokasi yang menjadi pusat kegiatan HAKN 2021 di Kota Kupang 

POS-KUPANG.COM | KUPANG- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) NTT terpilih menjadi tuan rumah Hari Konservasi Alam Nasional ( HKAN 2021) ke-12 yang jatuh pada 10 Agustus 2021 mendatang.

HKAN merupakan hari peringatan yang memiliki tujuan untuk mengampanyekan pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat. HKAN juga memiliki tujuan untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menyelamatkan ekosistem alam.

Kepala Balai Besar KSDA NTT, Ir. Timbul Batubara mengatakan, lokasi puncak perayaan HKAN 2021 akan digelar di area Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Kupang dan Pantai Lasiana.

Di Polres Manggarai Timur 180 Anggota Polri Jalani Rapid Test Antigen, 3 Orang Reaktif

Menurut dia, dua lokasi tersebut letaknya satu hamparan yang saling berhubungan dan sudah dikunjungi Direktur Jenderal KSDAE, Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi, serta Analis Kebijakan Utama pada Pusat Kebijakan Strategis KLHK.

Event HKAN 2021 di Kupang, NTT, kata dia, menjadi momen spesial bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mengekplorasi ide, pikiran dan gagasan dalam berbagai kegiatan.

Dugaan Penyimpangan Gaji ASN di Dinas Pendidikan Sumba Timur, Kejari Sudah Periksa 35 Saksi

"Akan ada atraksi seni dan budaya, jambore/kemah konservasi alam, pameran budaya dan konservasi alam, lomba foto dan video, penanaman pohon cendana, temu kader konservasi, bedah buku Ring of Beauty East Nusa Tenggara, hingga pucak acara 10 Agustus 2021," ujarnya kepada wartawan, Selasa (9/2/2021).

Ia mengatakan, HAKN merupakan momen strategis untuk mengajak masyarakat guna berperan aktif dalam menjaga keanekaragaman hayati, kawasan konservasi dan lingkungan hidup.

Pencanangan Provinsi NTT sebagai tuan rumah HKAN 2021 sangat tepat mengingat secara geografis keberadaannya penting bagi penyebaran dan keberlangsungan satwa liar endemik di wilayah Walacea.

"Kepulauan NTT dikenal sebagai daerah dengan tipe hutan savana dengan musim kemarau dan musim penghujan yang kontras, serta keindahan alam bahari yang spektakuler. Terdapat 4 taman nasional, 12 taman wisata alam, 6 cagar alam, 8 suaka margasatwa, dan 2 taman buru di NTT yang memiliki nilai konservasi tinggi," jelasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Amar Ola Keda)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved