Tekan Angka Covid-19, Pemda Ngada Aktifkan Kembali Posko Penjagaan Perbatasan
Pemda Ngada melalui Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Covid-19 kembali mengaktifkan posko penjagaan perbatasan
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | BAJAWA-Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada ( Pemda Ngada) melalui Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Covid-19 kembali mengaktifkan posko penjagaan perbatasan yang ada di daerah tersebut.
Pengaktifan kembali posko tersebut dilakukan dalam rangka untuk menekan angka pasien yang terpapar covid-19.
Hal itu disampaikan oleh Bupati Ngada, Paulus Soliwoa kepada Pos Kupang saat ditemui di Aula BPBD Ngada usai rapat bersama dengan Satgas Covid-19 dan sejumlah pihak, Sabtu (6/2/2021).
• Tak Ada Gagal Bayar Klaim RS, BPJS Kesehatan Surplus Rp18,74 Triliun
Paulus mengatakan, selama ini di Kabupaten Ngada, ada 10 posko penjagaan pintu perbatasan. Ke 10 posko tersebut diantaranya Posko Aimere, Posko Denabiko, Posko Maumbawa, Posko Lindi, Posko Goloite, Posko Lokosambi, Posko Bandara, Posko Ndekundenu, Posko Sangadeto, dan Posko Paubuku.
Untuk menekan angka covid-19, pihaknya bersama dengan Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 kembali mengaktifkan 10 posko yang berada di wilayah tersebut.
• Simak Info, Inilah 15 Nama Pejabat Kanwil Kemenkumham NTT yang Dilantik
"Kita akan kembali berlakukan posko-posko selama 10 pos pintu masuk, dan kita akan lakukan," ungkapnya.
Selain itu, tambah Paulus Soliwoa, dalam rapat bersama dengan para pihak tersebut, diputuskan bahwa pelaksanaan upacara ibadah hanya boleh dilakukan di gereja, Kapela, dan masjid.
Namun dalam pelaksanaan upacara ibadah harus disesuaikan dengan kapasitas gereja, Kapela, dan masjid yang ada dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.
"Tapi harus tetap memperhatikan prokes yang ada. Jaga jarak, cuci tangan, dan pakai masker tetap seperti biasa," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ungkap Paulus, pihaknya akan mempersiapkan tempat karantina terpusat apabila nantinya terdapat lonjakan pasien yang terpapar virus yang berasal dari Provinsi Wuhan China tersebut.
"Karena kapasitas unit karantina terpusat Turekisa tidak cukup, ya kita akan cari tempat yang lain apakah di hotel, di Kemah Tabor, atau di susteran di Bejo," jelasnya.
Paulus menjelaskan, semua kesepakatan bersama tersebut diambil untuk menekan angka pasien yang terpapar covid-19 dan juga sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)