Begini Bedanya Nasib Politik AHY VS Gibran, Anak Jokowi Meroket Anak SBY Urus Kudeta, Salah Siapa?

Begini Perbedaan Nasib Politik AHY VS Gibran, Anak Jokowi Meroket Anak SBY Sibuk Urus Kudeta, Salah Siapa?

Editor: maria anitoda
kolase/Tribun Manado
Begini Perbedaan Nasib Politik AHY VS Gibran, Anak Jokowi Meroket Anak SBY Sibuk Urus Kudeta, Salah Siapa? 

POS-KUPANG.COM - Begini Perbedaan Nasib Politik AHY VS Gibran, Anak Jokowi Meroket Anak SBY Sibuk Urus Kudeta, Salah Siapa?

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gibran Rakabuming saat ini terus fokus terlibat dalam dunia politik.

Meski sama-sama menjadi anak presiden.

Baru Gagal Nikah, Ayu Ting Ting Tiba-tiba Kena Razia Ini, Sampai Bima Arya Sebut Eks Enji Begini

Simak Hasil Lengkap Manchester United vs Everton Imbang, Setan Merah Sia-siakan Peluang Menang?

PNS Cantik Ini Bikin Heboh Se-Indonesia, Punya Bentuk Tubuh & Wajah Bak Boneka Barbie, Ini Fotonya

Dulu Kaya Raya & Terkenal Kini 6 Artis Top Ini Banting Stir, Jadi Penjual Sambal Hingga Perias Mayat

Namun, jalan politik yang dilalui keduanya dirasa sangat berbeda.

Keduanya merupakan putra presiden RI yang sama-sama pernah maju di Pilkada. Namun "nasib politik" keduanya berbeda.

Pada Pilkada DKI Jakarta tahun 2017, AHY -putra pertama dari Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)- maju di Pilkada 2017 berpasangan dengan Sylviana Murni.

Keputusannya maju di Pilkada ketika itu mengejutkan banyak pihak. Bagaimana tidak? AHY diprediksi bakal memiliki karier militer yang cemerlang. Namun, ia yang kala itu berpangkat mayor, justru memilih mundur dari TNI.

Banyak kalangan menyayangkan keputusan tersebut, apalagi, AHY dalam Pilkada itu kalah dari pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Pasca-kekalahan itu, AHY kini meneruskan kepemimpinan sang ayah sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Belakangan, nama AHY kembali diperbincangkan seusai dirinya mengungkap adanya pihak yang ingin mengkudeta Partai Demokrat.

Dalam konferensi pers yang disampaikan Senin (1/2/2021), AHY mengungkapkan ada gerakan politik yang ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa melibatkan pejabat lingkaran Presiden Jokowi.

AHY menyebut, informasi ini didapatkannya setelah ada laporan dari pimpinan dan kader Demokrat, baik tingkat pusat maupun cabang.

"Adanya gerakan politik yang mengarah pada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, yang tentu mengancam kedaulatan dan eksistensi Partai Demokrat," kata AHY dalam jumpa pers tersebut.

Baru Gagal Nikah, Ayu Ting Ting Tiba-tiba Kena Razia Ini, Sampai Bima Arya Sebut Eks Enji Begini

Simak Hasil Lengkap Manchester United vs Everton Imbang, Setan Merah Sia-siakan Peluang Menang?

Kasus Positif Covid-19 di KabupatenSumba Timur Bertambah Delapan Kasus 

Isu adanya kudeta tersebut muncul diduga karena kegagalan AHY di Pilkada DKI Jakarta pada 2017 lalu.

Dikutip dari Kompas.com, Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menilai, munculnya manuver politik untuk mengganti kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Ketua Umum Partai Demokrat diakibatkan oleh dua kegagalan putra Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved