Tuan Guru Bajang
Fakta Mengejutkan, Tuan Guru Bajang Bongkar Kondisi Indonesia, Diprediksi Filsuf Islam Abad Ke-12?
Fakta Mengejutkan, Tuan Guru Bajang Bongkar Kondisi Indonesia Kini Sudah Diprediksi Filsuf Islam Abad Ke-12
Fakta Mengejutkan, Tuan Guru Bajang Bongkar Kondisi Indonesia Kini Sudah Diprediksi Filsuf Islam Abad Ke-12
POS-KUPANG.COM -- Fakta Mengejutkan, Tuan Guru Bajang Bongkar Kondisi Indonesia Kini Sudah Diprediksi Filsuf Islam Abad Ke-12
Politik SARA ternyata ditentang keras oleh agama Islam.
Seorang filsuf muslim asal Spanyol pernah mengungkapkan bahayanya sejak abad 12.
• Puskesmas Onekore Ambil Swab 15 Siswa Syuradikara Ende untuk PCR
• HORE Aldebaran & Andin Rujuk! Nama Rafael Mendadak Trending Twitter, Seru Alur Cerita Ikatan Cinta
• Warga Desa Waijarang Trauma Dengan Banjir Rob Kemarin, Sudah Kosongkan Rumah dan Mengungsi
Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majid mengungkapkan sebuah fenomena yang muncul di Indonesia.
Fenomena yang terjadi di Indonesia, yakni 'jual beli agama' ternyata sudah terjadi sejak abad ke-12 atau 900 tahun yang lalu.
Saat itu filsuf muslim dan ulama besar Ibnu Rusyd pun sudah mengingatkan keras bahaya dari kebodohan yang bisa berdampak adanya jual beli agama tersebut.
Lewat akun Instagramnya @tuangurubajang pada Selasa (6/8/2019), Gubernur Nusa Tenggara Barat 2008-2013, 2013-2018 ini membagikan capture What’s App dari seorang sahabatnya Ustaz Ade Muzaini.
Di situ Ustaz Ade Muzani membagikan 3 pernyataan Ibnu Rusyd atau dikenal juga sebagai Averroes yang sangat terkenal pada zamannya.
Kutipan pernyataan Ibnu Rusyd terkait jual beli agama dan kebodohan adalah sebagai berikut:
“Memperdagangkan agama adalah bisnis yang laku keras di dalam masyarakat yang diselimuti kebodohan.”
“Musuh terbesar Islam adalah si dungu yang suka mengkafirkan orang lain.”
“Jika engkau ingin menguasai orang bodoh maka bungkuslah setiap kebatilan dengan packaging agama.”
Tuan Guru Bajang atau TGB Zainul Majdi memperkenalkan sedikit soal Ibnu Rusyd.
“Ibnu Rusyd atau dikenal oleh masyarakat Barat dengan Averroes, adalah intelektual ensiklopedis," katanya.