Breaking News:

Berita Sumba Timur Terkini

Ini Komentar Dandim 1601 Sumba Timur Usai Divaksin Covid-19, Simak INFO

Dandim 1601 Sumba Timur, Letkol Czi Dr. Dwi Joko Siswanto, S.E, M.I.Pol mengatakan, setelah divaksin Covid-19 dirinya tidak mendapat reaksi apa-apa. 

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Dandim 1601 Sumba Timur, Letkol Czi Dr. Dwi Joko Siswanto,S.E, M.I.Pol saat divaksin Covid-19 di Aula Setda Sumba Timur, Jumat (5/2/2021). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS- KUPANG.COM/WAINGAPU -- Dandim 1601 Sumba Timur, Letkol Czi Dr. Dwi Joko Siswanto, S.E, M.I.Pol mengatakan, setelah divaksin Covid-19 dirinya tidak mendapat reaksi apa-apa. 

Dandim Dwi Joko adalah salah atau pejabat di Sumba Timur yang menerima vaksin pertama saat pencanangan pelaksanaan vaksin Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur,Jumat (5/2/2021).

Menurut Dwi, dengan adanya pencanangan dan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Sumba Timur dan para pejabat sebagai penerima vaksin pertama itu menunjukkan kepada masyarakat bahwa vaksin tersebut dijamin aman dan halal.

"Saya mau katakan bahwa dengan adanya pelaksanaan vaksin yang mana penerima vaksin pertama adalah pejabat forkopimda ini,maka menunjukkan bahwa vaksin itu aman dan halal," kata Dwi.

Dijelaskan, dengan adanya kondisi tersebut, maka pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mau divaksin.
"Kenapa, karena dengan vaksin ini merupakan salah satu upaya yang positif dari pemerintah pusat, bahwa untuk mencegah terkait masalah Covid-19, maka harus vaksin. Obat yang paling mujarab adalah vaksin," katanya.

Dijelaskan, masyarakat jangan meragukan vaksin dan juga jangan mempercayai isu atau informasi hoax bahwa vaksin ini tidak aman.
"Saya jamin dan saya sampaikan bahwa vaksin ini sangat aman.

Vaksin ini memiliki angka edukasi mencapai 65.3 persen. Artinya apa, bahwa keefektifan terhadap penanganan atau pencegahan Covid-19 ada pada angka 65.3 persen. Apakah itu aman, saya katakan aman, karena yang tidak aman itu di bawah 50 persen," jelasnya.

Di NTT, Bupati Ngada Gagal Divaksin Petugas Nakes, Ini Penyebabnya INFO

Dikatakan, angka itu merupakan angka WHO,  apabila sudah divaksin nanti ,maka kita bukan akan menjadi manusia yang kebal.
Karena, vaksin apapun itu, merupakan pelemahan terhadap virus yang dimasukkan ke dalam tubuh agar membentuk antibodi atau kekebalan di dalam tubuh.

"Karena itu, kita harus tetap lakukan protokol kesehatan, makan makanan bergizi, olah raga dan isterahat yang cukup," katanya.
Pantauan POS-KUPANG.COM, Jumat (5/2/2021), pencanangan pelaksanaan vaksin ini berlangsung di Aula Setda Sumba Timur.
Pencanangan diawali dengan doa yang dipimpin Kabag Prokopim Setda Sumba Timur, Welem Dj. Dale ,S.P. 
Pencanangan dilakukan oleh Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si.

Pemerintah setempat juga telah mengundang para pejabat daerah termasuk tokoh agama yang akan menerima vaksin pertama. Sedangkan sasaran vaksin setelah pencanangan adalah para tenaga kesehatan.

Sekda Sumba Timur , Domu Warandoy, S.H,M.Si yang pertama mendaftar namun gagal karena tekanan darah tidak normal.
Vaksin pertama berhasil dilakukan kepada Asisten I Setda Sumba Timur, Yacobus Yiwa, S.H kemudian Dandim 1601  Sumba Timur, Letkol Czi Dr Dwi Joko,S.E, M.I.Pol,  Kapolres Sumba Timur, AKBP. Handrio Wicaksono, S.IK, Wakil Ketua DPRD , Yonathan Hani, S.Kom, Kasi Intel Kejari Sumba Timur, Doniel Ferdinand, S.H. Kadis PMD, Frengky Ranggambani, S.STP, M.Si, Pdt. Andhy Hukapati,S.Th.

Mereka semua divaksin oleh dr. William Wongkar.

Dandim 1601 Sumba Timur, Letkol Czi Dr. Dwi Joko Siswanto,S.E, M.I.Pol  saat divaksin Covid-19 di Aula Setda Sumba Timur, Jumat (5/2/2021).
Dandim 1601 Sumba Timur, Letkol Czi Dr. Dwi Joko Siswanto,S.E, M.I.Pol saat divaksin Covid-19 di Aula Setda Sumba Timur, Jumat (5/2/2021). (POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved