Survivor Kanker Maya Sai Perempuan Asal Maumere Berangkat ke Bali Demi Kesembuhan
Perempuan berusia 58 Tahun, Maya Sai, asal Maumere, NTT Berangkat ke Bali Mengobati Sakit Kankernya.
Penulis: OMDSMY Novemy Leo | Editor: OMDSMY Novemy Leo
POSKUPANG. COM - Perempuan berusia 58 Tahun, Maya Sai, asal Maumere, NTT Berangkat ke Bali Mengobati Sakit Kankernya.
Maya Sai terdiagnosa mengalami kanker payudara sejak tahun 2016.
Sata pertama kali mendengar vonis itu, Maya sedih dan kuatir namun tak berlama-lama. Maya bangkit dan berusaha untuk melakukan pengobatan.
“Saya mendapat dukungan dari teman-teman di Yayasan Kanker Payudara Indonesia yang bekerjasama dengan RS Damaris,” kata Maya Sai.
Pada Tahun 2018 dia melanjutkan pengobatan ke RS Sanglah Denpasar Bali hingga saat ini. “Saya masih bisa bertahan hinga sata ini karena kasih dan berkat Tuhan,” katanya melalui telepon genggamnya, Rabu (3/2/2021) malam.
Hingga kini Maya tetap semangat dan optimis sembuh karena mendapat pelayanan yang baik dari paramedis serta mendapat dukungan anak , keluarga dana teman-temannya.
“Yang terpenting adalah kita harus disiplin, disiplin hati, disiplin dalam berpikir, disiplin dalam perawatan, pengobatan, disiplin makam minum dan disiplin dalam berdoa,” pesan Maya.
Pasien juga mesti displin menjalani treatment atau pengobatan sesuai penatalaksanaan medis.
Selain itu, pasien juga mesti rajin berkonsultasi dengan dokter ahli dan melakukan pemeriksaan ulang pertiga bulan, enam bulan, 1 tahun 2 tahun dan seterusnya.
Menurut Maya, kanker bisa disembuhkan jika ada kerjasama yang baik antara pasien dan pihak medis serta bagaimana dukungan keluarga selau dibeirkan kepada pasien. Dan pihak medis pun mesti memberikan edukasi yang memadai kepada pasien.
Pasca edukasi, Maya membawa semua rencana itu dalam doa dan mempersiapkan diri kemudian mengikuti penatalaksanaan pihak medis.
Namun saat hendak dilakukan operasi, Maya sempat sanksi dan memutuskan kembali ke Maumere. “Sebenarnya saat itu saya belum siap secara mental. Namun akhirnya saya kembali untuk menjalani proses itu,” kata Maya.
Maya diharuskan menjalani 4 bentuk pengobatan yakni kemoterapi, pengangkatan tumor payudara, radiasi dan hormonal terapi.
“Untuk radiasi sampai hari ini saya tidak mengikutinya karena awalnya alat ini sering rusak dan sudah terlalu lama menungu sehingga saya sudah sampai ke titik jenuh,” kata Maya.
Namun Maya memastikan kondisinya hingga saat ini masih sehat-sehat saja. Harapan saya agar saya bisa mendapatakan jawaban bahwa saya sudah terbebas dari kanker, tidak ada penyebaran, semua sel kanker mati, tertidur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/maya-sai-1.jpg)