Breaking News:

KPU Sabu Raijua Sudah  Sesuai Jalani Proses Tahapan Pilkada

kedepan ada bukti kuat bahwa syarat pencalonan tidak sah maka tentu ada aturan lain yang mengaturnya lebih lanjut.

Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
KPU Sabu Raijua Sudah  Sesuai Jalani Proses Tahapan Pilkada
POS KUPANG/ISTIMEWA
Juru Bicara KPU Sabu Raijua,Daud Pau.

KPU Sabu Raijua Sudah  Sesuai Jalani Proses Tahapan Pilkada

POS-KUPANG.COM I BETUN---Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sabu Raijua terus berkoordinasi secara hirarki dengan KPU NTT maupun KPU RI terkait persoalan kewarganegaraan Bupati Sabu Raijua hasil Pilkada 2020, Orient Riwu Kore.

Selaku penyelenggara Pilkada di Sabu Raijua, KPU sudah melaksanakan tugas sesuai proses tahapan yang diatur dalam aturan. Apabila dalam proses kedepan ada bukti kuat bahwa syarat pencalonan tidak sah maka tentu ada aturan lain yang mengaturnya lebih lanjut.

Juru Bicara KPU Sabu Raijua, Daud Pau, S.Pd kepada Pos-Kupang, Rabu (3/2) menuturkan, sejak pemberitaan itu mencuat, KPU Sabu langsung berkoordinasi dengan KPU Provinsi dan KPU Pusat dan oleh KPU NTT pun telah memberi klarifikasi.

Dijelaskan Daud Pau, terkait dengan mencuatnya informasi soal kewarganegaraan dari calon bupati terpilih ini, KPU Sabu selaku penyelenggara perlu meluruskan bahwa seluruh proses tahapan pilkada telah selesai.

Namun, lanjut Daud,  apabila ada proses lain diluar misalnya ada laporan ataupun  pengaduan di luar jalur KPU misalnya saja ke kepolisian tentu KPU akan menunggu saja prosesnya seperti apa karena pihaknya tidak bisa berandai-andai.

"Apabila dalam proses kedepan ada permintaan dari Bawaslu dilakukan penundaan tentu kami menunggu saja karena kami mengatur soal hal teknis. Kalaupun dilantik dan dalam perjalanan ada terbukti tentu ada proses lain sesuai aturan yang berlaku," jelasnya.

Ditanya apakah selama proses tahapan pilkada, Bawaslu Sabu Raijua menyampaikan surat ke KPU soal ini, Daud Pau mengatakan, dalam prosesnya memang paslon mendaftar maka bersama bawaslu meneliti syarat calon dan syarat pencalonan. Dalam syarat calon itu di dalamnya ada syarat KTP.

"Memang Bawaslu mengirim surat karena ada seperti isu- isu terhembus diluar terkait hal ini. Saat itu Bawaslu memberikan wanti-wanti untuk kami mengecek secara baik syarat calon dan pencalonan sekitar tanggal 6 September 2020 kami dapatkan surat dari Bawaslu," urai Daud.

Berdasarkan surat Bawaslu itu, jelas Daud,   KPU Sabu Raijua  menindaklanjuti dengan mengirim surat dan mendatangi  Dinas Dukcapil Kota Kupang terkait KTP sebagai syarat calon dari Orient Riwu Kore sekitar tabggal 16 September 2020.

"Dari hasil klarifikasi di Disdukcapil Kota Kupang ternyata benar bahwa KTP dikeluarkan di Kota Kupang dengan alamat jelas sesuai dengan yang dimasukan pada syarat calon. Sehingga pada saat itu dibuatlah berita acara antara Ketua KPU dengan Kepala Didsdukcapil Kota Kupang," jelas Daud.

Dengan dasar itu, katanya, maka KPU Sabu Raijua membawa berita acara itu sebagai dokumen untuk diplenokan lalu penetapan calon.

"Setelah penetapan oleh KPU Sabu Raijua lalu kita umumkam kepada warga untuk memberikan tanggapan. Sampai akhir batas akhir tanggapan tidak ada warga yang berikan tanggapan. Jika ada tanggapan waktu itu maka tentu ceritanya akan lain," jelas Daud Pau.

Ditambahkannya, apabila surat dari Bawaslu ketika itu meminta KPU Sabu Raijua mengklarifikasi Kewarganegaraan dari Orient Riwu Kore tentu klarifikasinya bukan ke Disdukcapil Kota Kupang tetapi ke Kedutaan RI.

Kapolda NTT :  Tidak Ada Lagi Razia Lalu Lintas di Jalan

Manchester United Berhasil Raih Kemenangan Fantastis dengan 9-0 Lawan Southampton, Tapi Tercoreng?

"Karena itu kita tetap menunggu perkembangan proses ini sambil kami  terus koordinasi secara hirarki baik ke KPU NTT maupun KPU RI di Jakarta," pungkas Daud Pau.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Hayong)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved