Breaking News:

Di Ngada, Sudah Ada 2 Pasien Positif Rapid Antigen yang Meninggal Dunia

Keduanya meninggal dunia setelah dinyatakan positif rapid antigen oleh petugas kesehatan.

POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Agustinus Naru. 

Di Ngada, Sudah Ada 2 Pasien Positif Rapid Antigen yang Meninggal Dunia

POS-KUPANG.COM | BAJAWA--Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Agustinus Naru mengatakan, hingga saat ini sudah ada dua pasien positif rapid antigen di daerah tersebut yang dinyatakan meninggal dunia.

Dua pasien tersebut yakni seorang warga asal Aimere yang meninggal dalam perjalanan menuju ke RSUD Bajawa, Minggu (31/1/2021), dan seorang biarawan yang meninggal saat sedang dirawat di RSUD Ngada, Senin (1/2/2021).

Keduanya meninggal dunia setelah dinyatakan positif rapid antigen oleh petugas kesehatan.

"Dua pasien rapid antigen yang meninggal itu satu yang berasal dari Aimere, dan satu rohaniwan," kata Agustinus kepada Pos Kupang saat ditemui di ruang kerjannya, Selasa (2/1/2021).

Agustinus mengatakan, karena kedua pasien tersebut dinyatakan positif rapid antigen, maka proses pemakaman dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan.

"Keduanya langsung dimakamkan di TPU Wolobaja," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Agustinus mengingatkan kepada masyarakat di Kabupaten Ngada supaya tetap mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah.

"Harus memakai masker kalau keluar rumah, cuci tangan dengan sabun apabila sesudah melakukan aktivitas, dan juga menjaga jarak. Jauhi kerumunan masa, karena akan berpotensi penularan," ungkapnya.

Agustinus menegaskan, memakai masker itu bukan merupakan hak, namun itu merupakan kewajiban yang dilaksanakan oleh negara.

Baca juga: Kapolres Ngada Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan Kapolsek Aimere

Baca juga: DPD Minta Kepastian Kelanjutan Pemekaran Wilayah

Baca juga: Adi Prayitno Sebut Prabowo Sudah Beri Isyarat, Peluang Anies Baswedan ke Periode Ke-2 Semakin Kecil

"Sehingga tidak ada lagi yang mengatakan, kalau saya tidak pakai masker itu hak saya. Itu tidak benar karena memakai masker itu suatu kewajiban yang dipaksakan oleh negara," tegasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved