Kamis, 7 Mei 2026

Kepala UTD PMI NTT dr Samson Ehe Teron, SpPK: Plasma Darah Dikirim Juga ke Surabaya

Kepala UTD PMI NTT dr Samson Ehe Teron, SpPK: plasma darah dikirim juga ke Surabaya

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
POS KUPANG/HERMINA PELLO
Kepala UTD PMI Provinsi NTT, dr Samson Ehe Teron 

Kepala UTD PMI NTT dr Samson Ehe Teron, SpPK: plasma darah dikirim juga ke Surabaya

POS-KUPANG.COM - PENYINTAS Covid-19 di Kota Kupang mulai mendonorkan plasma darahnya untuk digunakan pasien Covid-19 yang masih dirawat. Cara pengobatan yang dikenal dengan nama terapi plasma convalescent ini dengan menggunakan plasma darah yang diambil dari pasien Covid-19 yang telah sembuh.

Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Nusa Tenggara Timur telah melayani donor plasma darah. Namun jumlahnya terbatas, tidak sebanding dengan permintaan. PMI NTT mengajak para penyintas Covid-19 untuk sukarela mendonorkan plasma darah konvalescent bagi para penderita Covid-19.

Baca juga: Polisi Tegas Terhadap Pelanggar Prokes

Seperti apa proses mendonor plasma darah? Apa syaratnya? Apakah pendonor mengalami efek samping? Bagaimana memenuhi ketersediaan plasma darah? Daerah mana yang permintaan plasma darahnya tinggi?

Reportet Pos Kupang, Intan Nuka mewawancarai Kepala UTD PMI Provinsi NTT, dr Samson Ehe Teron, SpPK, Kamis (28/1). Berikut petikannya:

Apa itu plasma convalescent?

Plasma convalescent adalah plasma darah dari penyintas Covid-19 (orang yang telah sembuh dari Covid-19) di atas 14-28 hari yang mengandung antibodi yang dipakai untuk membantu pengobatan para penderita Covid-19 baik gejala sedang, ringan, atau berat.

Apakah pemberian plasma darah ini menjadi tren pengobatan Covid-19?

Di seluruh dunia, sekalipun ada pertentangan mengenai efektivitas baik di Amerika, Eropa, Australia, dan Indonesia sendiri, plasma convalescent ini mengandung antibodi untuk bantu pengobatan Covid-19.

Baca juga: Sekolah di Mana Saja

Keberhasilan dari pengobatan ini di dunia ada banyak kontroversi; ada yang sebagian bilang berhasil, ada juga yang bilang rendah. Itu sangat tergantung dari ketepatan pada saat memberi (plasma darah).

Tepat waktu itu artinya ketika dokter minta saat kondisi pasien sakit sedang mau ke berat, tersedia plasma darah itu, diberikan plasma konvalesen dengan konsentrasi antibodi tinggi, maka keberhasilan hampir mencapai 100 persen. Itu pengalaman di dunia dan Indonesia. Untuk Indonesia sendiri sedang dilakukan penelitian antara PMI dan Eijkman.

Bagaimana cara kerja terapi plasma convalescent?

Harus ada fasilitas untuk mengukur titer atau konsentrasi antibodi dari penyintas agar bisa berikan plasma darah di waktu yang tepat yakni ketika pasien berada dalam kondisi sedang, bukan ketika kritis atau hampir meninggal. Apabila telah diberikan di waktu yang tepat dengan konsentrasi antibodi tinggi, maka plasma akan mengikat dan menginaktivasi virusnya.

Sejak kapan PMI mulai melayani donor plasma darah?

Kami sudah buat ini sejak bulan Juni 2020. Kami punya peralatan untuk ambil plasma dari tahun 2015. Waktu itu kan kasus pertama lalu berikutnya dari kepolisian dan lainnya. Mereka sembuh. Karena kami punya fasilitas, kami sudah bisa mengambil dengan manual dan mesin.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved