Berita Terkini Nasional

CEKAL Upaya Kudeta Partai Demokrat untuk Kepentingan 2024, SBY Diminta Turun Gunung, Gawat?

Moeldoko dituding sosok yang ingin kudeta Partai Demokrat. SBY sampai diminta turun gunung. Simak penjelasannya

Editor: Benny Dasman
Kompas.com
Endus Perpecahan Bangsa, SBY Ingatkan Sosok Nakal di Kancah Politik: Jangan Main Api, Nanti Terbakar 

Moeldoko mengatakan, ada sejumlah orang datang secara bergelombang.

Moeldoko menerima para tamu tersebut tetapi menyebut tidak tahu perihal maksud kedatangan mereka.

"Berbondong-bondong ya kita terima. Konteksnya apa saya juga enggak mengerti. Dari obrolan-obrolan itu biasanya saya awali dari pertanian karena memang saya suka pertanian," tutur dia.

"Berikutnya pada curhat tentang situasi yang dihadapi. Ya saya dengarkan saja," ucap Moeldoko.

Ia mengaku banyak mendengarkan penuturan para tamu. Dia pun mengaku prihatin atas situasi yang dihadapi mereka.

"Saya sih sebetulnya prihatin ya dengan situasi itu. Sebab saya juga bagian yang mencintai Demokrat," ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Moeldoko juga menyarankan agar menjadi seorang pemimpin jangan baperan, dan mundah terombang-ambing.

"Saran saya ya. Jadi seorang pemimpin itu jadi seorang pemimpin yang kuat, Jangan mudah baperan, jangan mudah terombang-ambing dan seterusnya," kata Moeldoko dalam konferensi pers virtual, Senin, (1/2/2021).

Pengamat: SBY Harus Turun Gunung

Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menilai kepemimpinan di Partai Demokrat tidak kuat.

Hal ini merujuk pada pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Menurut Emrus, soliditas di Partai Demokrat juga tidak kuat.

"Menunjukan kepemimpinan di Partai Demokrat lemah, soliditas di internal partai tidak menggembirakan, ideologi tidak kuat untuk menjadi perekat di antara mereka," ujar Emrus kepada Tribunnews, Senin (1/2/2021).

Emrus berpandangan sebaiknya AHY berani untuk menyebutkan nama-nama tokoh yang berupaya untuk mengambil alih Partai Demokrat. Karena AHY dinilai sudah terlanjur membuat pernyataan di ruang publik.

Padahal, menurut Emrus, Partai Demokrat bisa menyelesaikan persoalan itu secara internal partai. Sehingga bisa menyusun langkah strategis untuk memperkuat kepemimpinan dan soliditas internal partai.

"Banyak elite tidak matang berkomunikasi. Saya menyarankan ke AHY, kalau itu benar ditindaklanjuti, kalau tidak benar minta maaf," kata Emrus.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved