KKB Papua Makin Beringas, Setelah Tembak 2 Tentara, Kini Tembak Lagi Warga Sipil, KSAD Dipermalukan?

Dalam kasus penembakan warga sipil, kasus tersebut terjadi di sekitar perbatasan Distrik Sugapa-Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya.

Editor: Frans Krowin
sosok.grid.id
Salah satu markas KKB yang dikepung Pasukan Gabungan TNI-Polri. Sasaran sudah diintai lama. 

KKB Papua Makin Beringas, Setelah Tembak 2 Tentara, Kini Tembak Lagi Warga Sipil, KSAD Dipermalukan?

POS-KUPANG.COM - Sampai saat ini Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua masih memperlihatkan taringnya.

Setelah baru-baru ini menembak mati dua anak buah Jenderal Andika Prakasa, KKB Papua kembali menembak lagi warga sipil di daerah itu.

ironisnya, setelah dua kejadian tersebut, KKB Papua kini seakan pamer kekuatan untuk mengancam TNI.

Dalam kasus penembakan warga sipil, kasus tersebut terjadi di sekitar perbatasan Distrik Sugapa-Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya.

Warga sipil bernama Boni Bagau itu dituduh KKB Papua sebagai mata-mata TNI-Polri.

Ilustrasi KKB Papua bersatu lagi
Ilustrasi KKB Papua bersatu lagi (Youtube Surya Online)

Melansir dari Antara, KKB Papua memamerkan aksi penembakan warga sipil tersebut melalui sebuah surat yang dibawa Pastur Yustinus Rahangiyar.

"Memang benar ada laporan penembakan yang menewaskan Boni Bagau yang dilaporkan keluarga korban Wilem Bagau ke Polsek Sugapa, Sabtu (30/1/2021)" kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Kamal di Jayapura, Senin (1/2/2021).

Pastur Rahangiyar membawa surat dari KKB Papua pimpinan Undius Kogoya yang ditujukan ke TNI-Polri di Intan Jaya.

Melalui surat tersebut, KKB Papua menyatakan telah melakukan penembakan terhadap warga sipil di sekitar perbatasan antara Distrik Sugapa-Distrik Homeyo.

Penembakan itu dilakukan karena korban diduga menjadi mata-mata TNI-Polri.

"Isi surat dari KKB Papua menyatakan penembakan terhadap korban karena diduga mata-mata TNI-Polri" kata Kamal.

Kamal mengatakan dari laporan yang diterima setelah menerima laporan tersebut kemudian dilakukan pertemuan dengan keluarga korban di Polsek Sugapa, Sabtu malam (30/1/2021).

Pertemuan dilanjutkan keesokan harinya, Minggu (31/1) bertempat di ruangan Pastoran Kampung Bilogai, Distrik Sugapa yang dihadiri TNI-Polri, para tokoh dan keluarga korban (Wilem Bagau) yang membahas rencana evakuasi jenazah Boni Bagau.

Dalam pertemuan tersebut, orang tua korban Gad Bagau meminta agar korban dimakamkan di kampung Agapa mengingat situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan apabila diambil atau dibawa ke Distrik Sugapa maupun Distrik Homeyo.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved