Akibat Angin Kencang dan Gelombang Deras Nelayan Ende Berhenti Melaut
Para nelayan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur ( NTT) mulai berhenti melaut akibat angin kencang dan gelombang deras
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | ENDE - Para nelayan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur ( NTT) mulai berhenti melaut akibat angin kencang dan gelombang deras.
Nelayan di Kelurahan Tanjung Kota Ende bahkan sudah terkena dampak gelombang deras dan angin kencang. Ada perahu yang pecah dan hilang terbawa arus, Minggu (31/1/2021).
Kondisi angin kencang dan gelombang deras diperdiksi berlangsung hingga bulan Mei 2021, sehingga para nelayan beramai-ramai menarik semua perahu mereka ke darat.
Baca juga: Simak Niat Salat Tahajud, Beserta Waktu, hingga Tata Cara,Wajib Kamu Lakukan
Pantauan POS-KUPANG.COM, Senin (1/2/2021), para nelayan di Kelurahan Tanjung gotong - royong tarik perah ke darat. Mereka mengaku, jika dibiarkan di laut, maka bisa rusak dan terbawa arus.
Ahmad Jaya, salah satu nelayan di Kelurahan Tanjung, kepada POS-KUPANG.COM, mengatakan, angin kencang dan gelombang deras terjadi setiap tahun.
Baca juga: AHY Bongkar Rencana Kudeta Kepemimpinan Partai Demokrat, Diduga Libatkan Orang Dekat Presiden Jokowi
"Tiap tahun ada gelombang dan angin kencang. Kami tidak melaut dan perahu kami tarik ke darat. Kemarin ada dua perahu yang rusak karena gelombang. Satu perahu pecah, satunya lagi terbawa arus dan hanya temukan mesin," kata Ahmad.
Menurutnya, gelombang deras dan angin kencang biasanya berlangsung Januari hingga Mei, akibatnya para nelayan nganggur melaut.
"Jadi kami cari kesibukan lain, kalau ada proyek syukur, jadi buruh proyek untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarga," ungkapnya.
Riswanto, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Ende, kepada POS-KUPANG.COM di ruang kerja mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) terkait peringatan dini gelombang deras dan angin kencang.
Menurutnya kondisi cuaca buruk merata di wilayah perairan laut Kabupaten Ende.
Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Ende, kata Riswanto, imbau para nelayan untuk sementara berhenti melaut, sampai kondisi cuaca benar-benar membaik.
"Kita sudah koordinasi dengan BMKG, benar bahwa ada angin kencang dan gelombang deras dan diprediksi belum membaik. Jadi untuk sementara, nelayan kita imbau berhenti melaut," ungkapnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/akibat-angin-kencang-dan-gelombang-deras-nelayan-ende-berhenti-melaut.jpg)