Tuan Guru Bajang
Tuang Guru Bajang akan Beberkan Bukti dan Bongkar Kondisi Indonesia Terkini, Ada Apa Abad Ke-12?
Tuang Guru Bajang akan Beberkan Bukti dan Bongkar Kondisi Indonesia Terkini, Ada Apa dengan Abad Ke-12?
Tuang Guru Bajang akan Beberkan Bukti dan Bongkar Kondisi Indonesia Terkini, Ada Apa dengan Abad Ke-12?
POS-KUPANG.COM -- Tuang Guru Bajang akan Beberkan Bukti dan Bongkar Kondisi Indonesia Terkini, Ada Apa dengan Abad Ke-12?
Politik SARA ternyata ditentang keras oleh agama Islam. Seorang filsuf muslim asal Spanyol pernah mengungkapkan bahayanya sejak abad 12.
Baca juga: Kabupaten Nagekeo Mendapat Tambahan Empat Kasus Positif Covid-19, Simak Data Ril Terkini INFO
Baca juga: Inilah Sosok Ayah Kapolri Listyo Sigit Prabowo Tak Pernah Diketahui Publik, Jokowi Pun Segan, Siapa?
Baca juga: Angin Kencang Terbangkan Atap Rumah Gerson, Curah Hujan Tinggi Landa NTT
Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majid mengungkapkan sebuah fenomena yang muncul di Indonesia.
Fenomena yang terjadi di Indonesia, yakni 'jual beli agama' ternyata sudah terjadi sejak abad ke-12 atau 900 tahun yang lalu.
Saat itu filsuf muslim dan ulama besar Ibnu Rusyd pun sudah mengingatkan keras bahaya dari kebodohan yang bisa berdampak adanya jual beli agama tersebut.
Lewat akun Instagramnya @tuangurubajang pada Selasa (6/8/2019), Gubernur Nusa Tenggara Barat 2008-2013, 2013-2018 ini membagikan capture What’s App dari seorang sahabatnya Ustaz Ade Muzaini.
Di situ Ustaz Ade Muzani membagikan 3 pernyataan Ibnu Rusyd atau dikenal juga sebagai Averroes yang sangat terkenal pada zamannya.
Kutipan pernyataan Ibnu Rusyd terkait jual beli agama dan kebodohan adalah sebagai berikut:
“Memperdagangkan agama adalah bisnis yang laku keras di dalam masyarakat yang diselimuti kebodohan.”
“Musuh terbesar Islam adalah si dungu yang suka mengkafirkan orang lain.”
“Jika engkau ingin menguasai orang bodoh maka bungkuslah setiap kebatilan dengan packaging agama.”
Tuan Guru Bajang atau TGB Zainul Majdi memperkenalkan sedikit soal Ibnu Rusyd.
“Ibnu Rusyd atau dikenal oleh masyarakat Barat dengan Averroes, adalah intelektual ensiklopedis," katanya.
TGB menambahkan, "Menguasai beragam ilmu : filsafat, teologi, kedokteran, linguistik, astronomi, fisika, hukum Islam.”