Breaking News

Varian Baru Covid-19 Cepat Menular, WHO Ungkap Virus Baru Covid-19 Sudah Tersebar di 70 Negara

Baru-baru ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan varian Covid-19 baru telah menyebar dengan cepat di puluhan negara

Editor: Alfred Dama
Newsflash/mirror
Penelitian terbaru, ciri-ciri orang terpapar Virus Corona atau ciri orang terkena Covid-19 bisa diamati dari 3 tanda di kulit. Foto tim dokter dari Spanyol yang menemukan hubungan antara lesi kulit dan virus corona. 

Varian Baru Covid-19 Cepat Menjalar, WHO Ungkap Virus Corona Baru Covid-19 Sudah Tersebar di 70 Negara

POS KUPANG.COM -- Saat semua pemerintah di dunia sibuk mengatasi virus corona atau Covid-19 , muncul varian baru penyanyit ini

Bahkan varian baru Covid-19 ini lebih tangguh dan lebih cepat menular dibandung Covid-19 yang biasa

Baru-baru ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan varian Covid-19 baru telah menyebar dengan cepat di puluhan negara, varian itu bahkan disebut bisa membuat perlindungan vaksin dan antibodi menjadi kurang efektif.

Melansir The Straits Times yang mengutip AFP, dalam pembaruan epidemiologi terbaru, badan kesehatan PBB mengatakan varian Covid-19 yang lebih menular yang pertama kali terlihat di Inggris pada 25 Januari telah menyebar ke 70 negara di semua wilayah di dunia.

Menurut WHO, varian baru yang dikenal sebagai VOC 202012/01 atau B.1.1.7 dan telah terbukti lebih mudah menular daripada varian virus sebelumnya, dengan demikian telah menyebar ke 10 negara lagi selama seminggu terakhir.

Baca juga: ANCAMAN Tegas China, Kemerdekaan Taiwan Berarti Perang, Tiiongkok Siap Serbu Taipe

Baca juga: ISRAEL Rencanakan Serangan Besar Mematikan ke Iran, Kini Upgrade Kemampuan Militer, Ini Strateginya

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pekan lalu juga memperingatkan bahwa studi baru telah mengindikasikan strain bisa lebih mematikan.

Akan tetapi WHO menekankan pada Rabu bahwa hasil tersebut masih awal, dan lebih banyak analisis diperlukan untuk lebih memperkuat temuan tersebut.

Semua virus bermutasi ketika mereka mereplikasi untuk beradaptasi dengan lingkungan mereka, dan para ilmuwan telah melacak beberapa mutasi Sars-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19.

Sebagian besar mutasi tidak terlalu penting, tetapi WHO telah mendesak negara-negara untuk secara aktif bekerja untuk menemukan mutasi yang mungkin secara signifikan mengubah virulensi atau penularan virus.

Kemudian, ada pula kasus varian 501.V2 yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada bulan Oktober.

WHO mengatakan pada Rabu bahwa varian itu kini telah menyebar ke 31 negara, delapan lebih banyak dari seminggu yang lalu.

Masih mengutip The Straits Times, seperti varian Inggris, varian Afrika juga memiliki mutasi pada protein lonjakannya - bagian dari virus yang menempel pada sel manusia dan membantunya menyebar - membuatnya berpotensi lebih menular daripada jenis lain.

"Tetapi penelitian juga menunjukkan bahwa varian ini kurang rentan terhadap netralisasi antibodi," kata WHO.

ILUSTRASI - Tim medis memberikan kode kepada salah satu pasien virus corona. Dokter di Wuhan mengisahkan bagaimana suka duka mereka dalam merawat pasien yang positif terkena virus.
ILUSTRASI - Tim medis memberikan kode kepada salah satu pasien virus corona. Dokter di Wuhan mengisahkan bagaimana suka duka mereka dalam merawat pasien yang positif terkena virus. (Xinhua via SCMP)

Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa varian tersebut menimbulkan risiko infeksi ulang yang tinggi, dan juga dapat menghambat keefektifan vaksin Covid-19 yang jumlahnya terus meningkat.

Halaman
1234
Sumber: TribunStyle.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved