Salam Pos Kupang

NTT Butuh Perhatian Mabes Polri

HARI ini, Presiden Joko Widodo melantik Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia

Editor: Kanis Jehola
zoom-inlihat foto NTT Butuh Perhatian Mabes Polri
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - HARI ini, Presiden Joko Widodo melantik Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Ia menggantikan Jenderal Polisi Idham Azis yang segera memasuki masa pensiun.

Kita sebagaiaman masyarakat NTT tentu punya harapan meskpipun pergantian jajaran di tingkat Pusat Jakarta ini.

Dengan struktur Komanda yang jelas tentu harapan masyarakat pada pimpinan tertinggi di lingkungan Polri bisa diwujudnyatakan ke level divawanya yaitu Polda , Polres , Polsek hingga Pospol bahkan sampai ke level ujung tombak Babhinkamtibmas.

Baca juga: Bongkar Saja Gedung Pasar Lama Sumba Barat

Jumlah anggota Polri di NTT saat ini diperkirahkan sekitar 15 ribu personil yang tersebar di 21 Polres dan Polda NTT serta Brimob. Jumlah tersebut cukup dibandingkan intensitas kerwanan yang ada di wilayah ini.

Yang perlu terus menjadi perhatian Kapolri Baru dan jajaran di NTT antara angka pencurian ternak di wilayah Sumba dan Timor yang masih saja terjadi.

Baca juga: Selalu Waspadai Terjadinya Ancaman Bencana

Meskpun peristiwa kriminal itu terjadi bersifat musiman , namun cukup menganggu perekonomian masyarakat. Wilayah Sumba perlu penamabahan personil guna memperkuat Polsek dalam menciptakan kondisi yang bisa menekan pencurian ternak
Penambahan personil di kota seperti halnya Kota Kupang tidak diperlukan lagi, lantaran di dalam Kota Kupang sudah ada personil Polda NTT dan Brimob.

Bahkan, bila terjadi hal yang luar biasa bisa mendatangkan anggota dari Polres Kupang Kabupaten

Hal lain yang perlu menjadi perhatian Kapolri Sigit adalah pementukan Polres Sumba Tengah. Sebab satu-satunya Kabupaten yang belum memiliki Polres adalah Sumba Tengah, padahal wilayah ini sangat rawan kasus pencurian ternak

Dengan menghadirkan satuan Polres di wilayah ini tentu sangat disambut baik masyarakat karena mendatangkan keamanan bagi petani peternak di wilayah ini.

Sejauh ini masyakarat NTT sudah merasakan manfaan Babhinkamtibmas dalam membina keamanan di pedesaan. Masyarakat NTT berharap agar personil Bhabinkamtibmas ditambah dan kelengkapan tugas seperti kendaraaan bermotor dan lainnnya.

Sementara bagi Babhinkamtibmas yang bertugas di daerah yang tidak mungkin diakses kendaraan roda dua maka bisa digandikan dengan Kuda untuk kelancaran tugas
Selain itu, penenerangan kepolisian kepada masyarakat agara sadar hukum juga mesti menjadi perhatan.

Polisi tidak saja hanya bisa menindak tetapi juga harus punya mental Tribrata, yaitu pertama, Rastra Sewakottama (abdi utama daripada nusa dan bangsa). Artinya polisi tidak semata-mata mengutamakan kepentingan pribadi.

Kedua, Nagara Janottama (warga negara tauladan daripada negara). Anggota polisi harus menununjukan sikap yang baik terhadap masyarakat. Namun, saat ini kini masih melihat sikap-sikap mental yang kurang pantas.

Hal sederhana saja yaitu ada anggota polisi yang mengendarai motor tanpa mengenakan helm baik polisi pria maupun polisi wanita.

Ketiga, Jana Anusasana Dharma (wajib menjaga ketertiban pribadi daripada rakyat) anggota polisi tetap berperika baik tanpa melakukan peruatan amoral. Artinya polisi tidak boleh selingkuh.

Pada intinya, NTT masih membutuhkan Mabes Polri untuk membangun postur Polri di NTT yang sesuai dengan kearifan lokal masyarakat sehingga berbenturan dengan budaya yang sudah ada turun-temurun di wilayah ini. *

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved