Breaking News:

Salam Pos Kupang

Selalu Waspadai Terjadinya Ancaman Bencana

Pihak BMKG El Tari Kupang memperingatkan masyarakat NTT terkait adanya prakiraan terjadinya hujan disertai petir

Selalu Waspadai Terjadinya Ancaman Bencana
Dok POS-KUPANG.COM
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - Pihak BMKG El Tari Kupang memperingatkan masyarakat NTT terkait adanya prakiraan terjadinya hujan disertai petir yang bakal melanda beberapa wilayah di Provinsi NTT. Hujan disertai petir itu kini bergeser dari Pulau Flores dan sekitarnya ke Pulau Timor dan sekitarnya.

BMKG sebagai lembaga yang bertugas terus memantau cuaca, curah hujan, angin dan iklim, tentu tidak sekadar menakut-nakuti masyarakat. Terbukti, meski baru sekadar mengeluarkan prakiraan, saat ini NTT terutama di Daratan Timor curah hujan cukup tinggi. Sepanjang hari, hujan deras terus mengguyur.

Kondisi ini tentu sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Tak hanya karena aktivitas di luar rumah terhambat, juga adanya bahaya seperti banjir, petir dan longsor yang selalu mengintip.

Baca juga: Solidaritas yang Melampaui Sekat

Pekan lalu, beberapa ruas jalan utama di Pulau Flores tertutup longsoran. Aktivitas transportasi macet total. Meski berhasil dibenahi, namun masyarakat diminta untuk tetap waspada.

Bencana kini bergeser ke Kota Kupang. Satu pasangan suami istri di Kelurahan TDM, Kota Kupang tewas dalam rumahnya terkena longsoran. Hujan yang terus terjadi, menyebabkan suami istri yang tertidur pulas ini tak sadar kalau longsoran terjadi di tengah malam.

Baca juga: Pantau Penanganan Pasien Covid-19, Wagub Josef Nae Soi Serahkan Hidro Oxy Spray di RS Kota

Apa yang mesti dilakukan masyarakat dengan kondisi ini? Awas dan waspada. Tidur sadar-sadar. Selalu waspada dan berjaga-jaga karena bencana sewaktu-waktu bisa terjadi. Pastikan semua pintu, jendela, api di dapur, kompor, listrik, peralatan elektronik termasuk kulkas dan lainnya dalam keadaan aman sebelum tidur.

Kewaspadaan memang harus dimulai dari diri sendiri. Jangan abaikan peringatan dari pemerintah, termasuk prakiraan cuaca dari BMKG. Para nelayan atau yang menggunakan transportasi laut, hendaknya lebih berhati-hati. Bila perlu, batalkan perjalanan sampai cuaca benar-benar kembali normal.

Posisi pemerintah dalam kondisi seperti ini memang dilematik. Di saat pandemi covid-19 makin mengancam, kasus DBD yang mulai muncul, ancaman kerawanan bencana alam tetap harus menjadi perhatian. Berbagi tugas dan peran mesti dilakukan. Sedikit kerja keras di waktu saat ini sangat dibutuhkan.

Meski demikian, kita tentu berharap ancaman akan adanya bencana bisa dilewati. Prakiraan dan kondisi cuaca yang belum bersahabat ini hendaknya tidak membuat kita berhenti berbuat. Yakinlah bahwa semua kejadian ada hikmah di baliknya. Waspada, awas dan jangan lupa untuk berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jadikan hujan deras ini sebagai potensi untuk meraup rezeki. **

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved