Laut China Selatan

Mengapa Sikap Keras Amerika ke China Tiba-tiba Melunak? Era Joe Biden Gandeng Beijing Soal Ini

Mengapa Sikap Keras Amerika ke China Tiba-tiba Melunak? Joe Biden Gandeng Beijing Soal Ini

Editor: Gordy Donofan
AP PHOTO/PATRICK SEMANSKY
Presiden Joe Biden berpidato dalam pelantikannya di Gedung Capitol, Washington DC, Rabu (20/1/2021). 

Mengapa Sikap Keras Amerika ke China Tiba-tiba Melunak? Joe Biden Gandeng Beijing Soal Ini

POS-KUPANG.COM -- Mengapa Sikap Keras Amerika ke China Tiba-tiba Melunak? Joe Biden Gandeng Beijing Soal Ini.

Satu isu melatari sikap Amerika Serikat (AS) yang tiba-tiba melunak dan akan menggandeng China.

Hubungan China dan Amerika Serikat memang kerap kali memanas dan berseteru.

Baca juga: PPP Resmi Dideklarasikan ke Publik, Ini Kepengurusan DPP Periode 2020-2025, Nama MPR, Wakil Menteri?

Baca juga: Terlihat Kalem di Sinetron Ikatan Cinta,Tabiat Asli Arya Saloka Bikin Kru di Lokasi Syuting Syok

Baca juga: Update Terbaru Kode Redeem Free Fire Esok Sabtu 30 Januari 2021, Jangan Sampai Telat

Apalagi, persoalan pandemi Covid-19.

Terutama di era Presiden Donald Trump yang kerap menuding bahwa Covid-19 berasal dari Beijing, China.

Namun, untuk satu isu ini, Amerika akan berupaya untuk menggandeng China.

Isu tersebut yakni bersama-sama mengatasi perubahan iklim sehingga Amerika akan melepaskan banyaknya perseteruan yang memengaruhi hubungan kedua negara di sektor lain.

Hal tersebut diumumkan John Kerry, mantan Menteri Luar Negeri AS yang sekarang menjadi utusan persoalan iklim dalam kabinet Joe Biden.

Kerry mengatakan, tidak mungkin AS bisa membendung pemanasan global sendirian.

"Sekarang sehubungan dengan China, jelas kami memiliki perbedaan serius dengan China, pada beberapa masalah yang sangat, sangat penting."

"Masalah pencurian kekayaan intelektual dan akses ke pasar, Laut China Selatan - maksud saya lihat saja daftarnya, kita semua tahu itu."

"Isu-isu itu tidak akan pernah dicampur dengan apa pun yang terkait iklim, itu tidak akan terjadi".

"Tetapi iklim adalah masalah mandiri kritis yang harus kita tangani."

Kerry menambahkan, China bertanggung jawab atas 30 persen emisi dunia, sedangkan AS 15 persen.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved