Breaking News:

Virus Nipah

Mengejutkan Ancaman Baru Dunia Kesehatan, Virus Nipah Bisa Terpapar dari Kelelawar Buah, Apa Itu?

Mengejutkan Ancaman Baru Dunia Kesehatan, Virus Nipah Bisa Terpapar dari Kelelawar Buah

Kompas.com
Ilustrasi Kelelawar Buah yang Mengancam Manusia 

Mengejutkan Ancaman Baru Dunia Kesehatan, Virus Nipah Bisa Terpapar dari Kelelawar Buah

POS-KUPANG.COM-- Mengejutkan Ancaman Baru Dunia Kesehatan, Virus Nipah Bisa Terpapar dari Kelelawar Buah

Di saat konsentrasi masyarakat dunia sedang fokus mengatasi pandemi Covid-19 melalui program vaksinasi, kini muncul ancaman baru yang datang dari virus Nipah.

Para ilmuwan sekarang terus melakukan penelitian terhadap virus yang belum ditemukan vaksinnya tersebut. Penelitian dilakukan demi mencegah munculnya pandemi lagi di seluruh dunia.

Baca juga: Pro Kontra Pilkada Serentak 2022 dan 2023, Ini Tanggapan Keras Nasdem, Apa Ya?

Baca juga: Listyo Sigit Resmi Kapolri, Yuk Intip Jumlah Gaji, Tunjangannya, Harta Kekayaannya, juga Idham Aziz?

Baca juga: Fadli Zon Tak Bisa Berkutip, Ali Lubis yang Minta Anies Baswedan Mundur Ternyata Orang Dekatnya

Salah seorang ilmuwan yang ditugaskan meneliti virus Nipah adalah Supaporn Wacharapluesadee. Supaporn adalah warga negara Thailand yang pada awal pandemi Covid-19 terjadi ditugaskan pemerintah negara gajah putih itu untuk melakukan penelitian terhadap para penumpang pesawat terbang yang baru saja tiba dari Wuhan, China.

Ia memimpin Thai Red Cross Emerging Infectious Disease-Health Science Centre, lembaga penelitian yang meneliti penyakit-penyakit infeksi baru (emerging), di Bangkok.

Selama 10 tahun terakhir, ia menjadi bagian dari Predict, ikhtiar global untuk mendeteksi dan menghentikan penyakit yang dapat melompat dari hewan ke manusia.

Ketika mendeteksi Covid-19, Supaporn dan timnya mendapati bahwa selain merupakan virus baru yang tidak berasal dari manusia virus tersebut berkerabat dekat dengan jenis virus corona yang telah ditemukan pada kelelawar.

Sepanjang kariernya, Supaporn dan para kolega telah meneliti ribuan sampel kelelawar dan menemukan banyak virus baru. Sebagian besarnya adalah virus corona, tapi juga ada banyak penyakit mematikan lain yang dapat menular ke manusia.

Termasuk virus Nipah yang diduga dibawa oleh sejenis kelelawar pemakan buah. "Ini sangat mengkhawatirkan karena belum ada obatnya dan tingkat kematian yang disebabkan virus ini tinggi," kata dia, Rabu (27/1/2021) seperti dikutip dari BBC.

Halaman
123
Editor: Gordy Donofan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved