Virus Corona
Beri Signal Tinggalkan Anies Baswedan, Gerindra Usung Risma di Pilkada DKI, Isyarat Pecah Kongsi?
Partai Gerindra mulai memberi signal mereka tidak akan mengusung Anies Baswedan di Pilkada 2022.
POS KUPANG, COM - Partai Gerindra mulai memberi signal mereka tidak akan mengusung Anies Baswedan di Pilkada 2022.
Isyarat pecah kongsi ini ditunjukkan dengan permintaan mundur sebagai Gubernur DKI Jakarta oleh kader Partai Gerindra.
Tepatnya diutarakan Ketua DPC Gerindra Jakarta Timur, Ali Lubis yang secara gamblang meminta Gubernur DKI, Anies Baswedan mundur dari jabatannya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria merespon pernyataan Ketua DPC Gerindra Jakarta Timur, Ali Lubis yang meminta Gubernur Anies Baswedan mundur dari jabatannya.
Ia menyebut, pernyataan Ali Lubis itu merupakan pendapat pribadi dan tidak ada kaitanya dengan Partai Gerindra.
Ketua DPD DKI Jakarta Gerindra ini pun meminta seluruh kader untuk mengikuti kebijakan yang diambil partai.
"Hendaknya semua kader mengikuti arah kebijakan partai, pendapat pribadi tidak boleh melebihi kebijakan partai," ucapnya, Senin (25/1/2020).
Terlebih, Gerindra bersama PKS merupakan partai yang mengusung Anies-Sandi saat Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI pada 2017 silam.
Ia menegaskan, Gerindra tetap mendukung mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu memimpin Jakarta.
"Kebijakan partai selama ini tetap, memberikan dukungan yang penuh pada kepemimpinan pak Anies-Sandi dan sekarang Anies-Ariza," ujarnya di Balai Kota.
Pernyataan sikap ini disampaikan Ahmad Riza Patria usai pertemuannya dengan petinggi partai, yaitu Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dan Wakil Ketua Umum Gerindra Habiburokhman sore tadi.
Adapun pertemuan itu berlangsung di ruang kerja Ahmad Riza Patria di Gedung Balai Kota Jakarta.
"Jadi, kami di partai selalu bersinergi positif, antara saya dan kader lain, pimpinan, terus koordinasi," kata dia.
"Saya sebagai Wagub dapat supporting penuh dari partai, dari DPP," tambahnya menjelaskan
Bagi kader Gerindra yang ingin menyampaikan kritik, Ahmad Riza Patria berharap, hal itu disampaikan secara langsung kepada partai, bukan melalui media sosial.