Breaking News:

Penanganan Covid

Lagi, Pasien Covid-19 di Belu Meninggal Duni, Ini Penjelasan Koordinator Satgas Vincent Laka

Lagi, pasien Covid-19 di Kabupaten Belu Meninggal Duni, ini penjelasan koordinator satgas Vincent Laka

Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Petugas Satgas Penanganan Covid-19 saat memguburkan jenazah pasien Covid-19 di TPU Masmae, Kabupaten Belu, Sabtu (23/1/2021) malam. 

Lagi, pasien Covid-19 di Kabupaten Belu Meninggal Duni, ini penjelasan koordinator satgas Vincent Laka

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Satu lagi warga Kabupaten Belu yang terpapar Covid-19 Meninggal Dunia di RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua, Sabtu (23/01/2021) malam.

Pasien Covid-19 yang adalah laki-laki 59 tahun itu meninggal di ruang isolasi RSUD Atambua. Pasien kedelapan (pasien 08) ini sudah dimakamkan secara protokol Covid-19 di Pekuburan Masmae, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat

Koordinator Bidang Penanganan Jenazah Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Belu, Vincent Laka ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, petugas sudah menguburkan pasien secara protokol Covid-19.

Baca juga: Puskesmas Kambaniru Ditutup Pelayanan Dialihkan ke Puskesmas Kota dan Kawangu

"Iya benar, tadi sudah dimakamkan di TPU Masmae," kata Eng Laka, sapaannya.

Menurut Eng Laka, saat menghantar jenazah, petugas mengalami insiden yaitu mobil ambulance yang menghantar jenazah dilempar oknum yang tidak dikenal. Peristiwa tak terpuji itu kembali terjadi saat petugas pulang dari TPU Masmae.

Baca juga: Kabar Gembira - Bertambah Lagi 23 Pasien Covid-19 di Sumba Timur Sembuh

"Ada kejadian tadi, mobil ambulance di lempar oleh oknum tak dikenal saat mengantar jenasah dan saat pulang kembali ke Atambua," ujar Eng Laka.

Menurut Eng Laka, aksi pelemparan itu terjadi di sekitaran Gedung Ker Perhubungan Belu. Akibatnya, bagian bodi dari dua mobil ambulance penyok. Dua mobil ini dioperasikan pihaknya untuk mengangkut jenazah korban Covid-19.

"Kena lempar di sekitar biliar, dilempar saat pergi dan saat pulang setelah pemakaman. Dua mobil ambulance penyok", sebut Eng Laka.

Eng Laka mengecam keras aksi pelemparan tersebut karena suatu perbuatan tak terpuji dan sangat mengganggu kenyamanan petugas dalam menangani masalah Covid-19. Apalagi kegiatan pemakaman malam hari.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved