Golkar Dorong Andreas Paru & Raymundus Bena Terapkan Pemerintahan Terbuka dan Partisipatif di Ngada

pemerintahan yang bersih, produktif dan mencegah praktik korupsi di lingkungan pemerintahan di Kabupaten Ngada.

Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
zoom-inlihat foto Golkar Dorong Andreas Paru & Raymundus Bena Terapkan Pemerintahan Terbuka dan Partisipatif di Ngada
POS KUPANG/RYAN NONG
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena

Golkar Dorong Andreas Paru dan Raymundus Bena Terapkan Pemerintahan Terbuka dan Partisipatif di Ngada

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Partai Golkar mendorong Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Ngada terpilih, Andreas Paru dan Raymundus Bena untuk menerapkan pemerintahan yang terbuka dan partisipatif dalam masa kepemimpinan mereka. 

Sebagai partai pengusung, Partai Golkar ingin agar kepemimpinan pasangan Bupati Andreas Paru dan  Wakil Bupati Raymundus Bena dapat menciptakan pemerintahan yang bersih, produktif dan mencegah praktik korupsi di lingkungan pemerintahan di Kabupaten Ngada.

Andreas Paru dan Raymundus Bena ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati Ngada periode 2021-2026 dalam rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon terpilih di Aula Kantor KPUD Ngada, Jumat (22/1).

Penetapan tersebut berdasarkan berita acara pleno terbuka KPU Kabupaten Ngada nomor 210/PL.02.6-BA/5309/KPU-KAB/XII/2020 tanggal 17 Desember 2020 tentang rekapitulasi hasil perhitungan suara tingkat kabupaten dalam pemilihan bupati dan wakil bupati ngada tahun 2020 yang menempatkan pasangan Paru Andreas SH MH dan Raymundus Bena, M.Hum sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih dengan perolehan suara terbanyak sebesar 23.786 suara dari 85.924 suara sah.

Ketua DPD Golkar NTT, Imenuel Melkiades Laka Lena mengatakan, sebagai pengusung, Partai Golkar ingin memastikan janji kampanye yang sudah disampaikan ke masyarakat dapat direalisasikan.

"Kami mendorong dan memastikan janji kampanye yang sudah disampaikan ke masyarakat Ngada bisa dikerjakan sesuai skala prioritas selama masa pemerintahan AP dan RB," kata Melki Laka Lena saat dihubungi POS-KUPANG.COM, Jumat (22/1) malam. 

Melki Laka Lena juga menegaskan, poin penting dalam penyelenggaraan pemerintahan adalah pencegahan praktek korupsi.

"Manajemen pemerintahan (agar) dilakukan terbuka dan partisipatif sehingga pemerintahan bersih, produktif dan pencegahan praktik korupsi bisa berjalan dengan baik," ujar politisi muda yang kini menjabat Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu. 

Dalam Pilkada Kabupaten Ngada 2020 lalu, pasangan Andreas Paru dan Raymundus Bena yang tampil dengan sandi politik AP-RB itu diusung oleh Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Baca juga: 55 Ribu Vaksin Corona Untuk Nakes NTT Tiba di Kupang

Baca juga: Begini Tanggapan Waket DPRD TTU Saat Pimpin Rapat Paripurna

Dengan memperoleh 23.786 suara, pasangan AP-RB mengungguli Pasangan Kristoforus Loko-Emanuel Dopo yang berada di posisi kedua dengan total suara 16.692 suara, pasangan Helmut Waso-Yohanes Tay di posisi ketiga dengan total suara 16.171, pasangan Paulus Soliwoa-Gregorius Upi di posisi keempat  dengan perolehan suara 14.870 serta pasangan Fridus Muga-Herman Say di posisi buntut dengan total suara 14.403. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong )

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved