Selasa, 7 April 2026

Berita Kota Kupang Terkini

Ahli Epidemolog, Pius Weraman : Penularan Virus Covid-19 Makin Banyak, Perlu Vaksinasi Secara Cepat

Covid-19 saat ini semakin mengkwatirkan bagi masyarakat di NTT, khususnya di Kota Kupan, kaitan dengan penyebaran dan proses penularannya ya

Penulis: Ray Rebon | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Dr. Pius Weraman, Ahli Epidemolog, Rabu (20/1). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM | KUPANG-- Persoalan Covid-19 saat ini semakin mengkwatirkan bagi masyarakat di NTT, khususnya di Kota Kupan, kaitan dengan penyebaran dan proses penularannya yang semakin meningkat.

"Urgensi dari Vaksin Sinovac Covid-19 yang dilakasanakan oleh pemerintah saat ini, berangkat dari Covid-19 yang selalu mengkwatirkan semua orang, terkait dengan penyebaran dan penularannya, maka harus mempercepat vaksinasi," ujar Ahli Epidemolog, Dr. Pius Weraman kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (20/1).

Menurut Pius, penyebaran dan penularan Virus Covid-19 yang semakin meluas dan mengkwatirkan di NTT, khususnya di Kota Kupang, maka perluh dipercepat proses vaksinasi, supaya memperkuat masyarakat dapat memiliki daya tahan terhadap virus tersebut.

Sehingga dengan adanya penyuntikan vaksin ini, kuman dapat dilemahkan dan memberikan efek untuk mempertahankan sistim imun tubuh yang ada untuk dapat dicegah.

"Kita lihat bersama saat ini orang yang terinfeksi Covid-19 semakin meningkat, tapi untuk vaksin ini ada kontra indikasinya, jadi bagi mereka yang saat ini menderita penyakit komorbit seperti, jantung, hipertensi, diabetes, diharapkan tidak dapat diberikan vaksin, karena akan memperberat orang-orang tersebut," jelasnya

Vaksinasi Covid-19 saat ini, menurut Pius, adalah hal yang baik bagi kepentingan masyarakat sehingga, masyarakat yang bebas dari komorbit, dapat segera cepat divaksin, sebagai bagian dari upaya pencegahan.

Proses vaksinasi di beberapa daerah belum dilakukan, kata Pius, pemerintah yang terkait dalam penanganan vaksin ini harus bertindak cepat.

Terkait dengan vaksinasi yang belum didistribusikan, kata Pius, kemungkinan masih dilakukan sosialisasi bagi masyarakat, karena ada pemberitaan yang belum jelas kaitan dengan vaksin tersebut. Maka perlu berhati-hati juga dalam pendistribusian karena keterbatasan pemahaman dan informasi dari Kemenkes mungkin belum kirimkan surat secara resmi.

Terkait pendistribusian vaksin ini juga, Pius mengharapkan agar jangan terlalu lama, sehingga masyarakat yang menanti terkait vaksinasi ini tidak terlalu lama dalam.

Dr. Pius menambahkan, untuk pemberian vaksin Covid-19 juga perlu diperhatikan peesyaratan-persyaratan bagi orang yang tidak memiliki penyakit-penyakit penyerta, sehingga jauh lebih nyaman dalam proses vaksinasi.

Apabila bagi masyarakat yang memiliki penyakit penyerta (komorbit), maka dilakukan pemeriksaan lebih ketat oleh para medis, potensinya baik dalam proses vaksinasi.

"Prisipnya tanda-tanda vitalnya baik, baru diperbolehkan untuk divaksin," tegasnya

Bagi daerah-daerah yang belum mendapat vaksin atau masyarakat yang memiliki penyakit komorbit, maka diharapkan masyarakatnya tetap mematuhi protokol Covid-19, sistim imunitas tubuh diperkuat dengan makanan yang bernilai gizi, terutama makanan yang bebas dari pestisida, supaya menggantikan sel-sel yang rusak, apabila terjadi penyakit-penyakit penyerta atau komorbit.

POS-KUPANG.COM/RAY REBON

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved