Breaking News:

Hasil Visum, Tidak ditemukan Adanya Bekas Luka Pada Alat Vital Maria

tidak ditemukan adanya bekas luka, baik luka lama maupun luka baru pada alat kelamin, Maria Sabat

Penulis: Dion Kota | Editor: Rosalina Woso
PK/Dion Kota
Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Hendricka Bahtera 

Hasil Visum, Tidak ditemukan Adanya Bekas Luka Pada Alat Vital Maria

POS-KUPANG.COM | SOE - Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Hendricka Bahtera mengatasi, dari hasil visum yang dilakukan oleh dokter, tidak ditemukan adanya bekas luka, baik luka lama maupun luka baru pada alat kelamin, Maria Sabat. Maria merupakan merupakan korban pembunuhan ayah kandungnya sendiri, Yohanis Sabat. 

" Sesuai keterangan dokter yang melakukan visum diketahui tidak ada bekas Lukas lama maupun baru pada alat vital korban. Korban diduga meninggal akibat kehabisan darah usai mengalami luka pada bagian kepalanya," ungkap Hendricka kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (19/1/2021).

Untuk diketahui, Pembunuhan sadis kembali terjadi di TTS. Kali ini, seorang ayah di Desa Nunusunu, Kecamatan Kualin tega menghabisi anaknya sendiri dengan menggunakan sebilah pisau. Usai menghabisi nyawa anaknya, pelaku lalu mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Diduga kuat lanjut Hendricka, pelaku tega menghabisi nyawa anaknya lantaran kesal karena anaknya ingin meninggalkan dan memilih tinggal bersama ibu dan kedua kakaknya.

Yosina Seo, Istri pelaku diketahui sejak Februari 2019 sudah tidak tinggal serumah lagi dengan pelaku. Yosina tak tahan karena sering diancam akan dilukai pelaku dengan menggunakan pisau atau parang. Dua anak Yosina lainnya memilih tinggal bersama Yosina, sedangkan Maria memilih tinggal bersama pelaku.

"Dugaan kuat motif pelaku tega menghabisi nyawa anaknya lantaran kesal anaknya mau tinggal bersama ibunya. Pelaku dan istrinya sendiri sudah pisah rumah sejak Februari 2019 lalu," paparnya.

Yosina membenarkan jika sejak Februari 2019 ia sudah tak tinggal bersama pelaku. Pelaku dikatakannya, suka mengambil barang tajam (pisau atau parang ) untuk mengancam dirinya dan anaknya jika sedang marah.

Karena tak tahan dengan sikap pelaku, Yosina memutuskan untuk pisah rumah dengan pelaku.
Sebelum keluar dari rumah, Yosina sempat mendapat ancaman dari pelaku dengan menggunakan pisau dan parang. Pelaku marah lantaran Yosina meminta uang PKH yang sudah diambil pelaku.

Baca juga: Dinkes NTT Bantah Pasien Pingsan Karena Vaksin Covid

Baca juga: Kadis Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat Sembuh Dari Covid-19

Baca juga: Wijin Langsung Lemas dan Tak Bertenaga Begitu Tahu Video Panas Gisel, Doa Minta Dikuatkan

"Saya terpaksa keluar dari rumah karena sudah tidak tahan lagi. Pelaku ancam mau melukai saya dengan menggunakan pisau dan parang. Dia marah karena saya minta uang PKH senilai Rp.1.150.000 yang sudah dia ambil. Dia selama ini kalau marah suka ambil pisau atau parang lalu mengancam kami," sebutnya. (Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved