Breaking News:

Donasi untuk Guru Honerer

Lari & Gowes LG4C 2020, 10 Kali Mengitari Bumi Berhasil Menghimpun Rp 6 Miliar Donasi Guru Honorer

Gerakan belarasa Lari dan Gowes Caritas Christmas Cross  Challenge  2020 (LG4C) berhasil menghimpun donasi sebesar Rp 6.114.950.000.

Editor: Agustinus Sape
Panitia LG4C
Para pelari JB Playon, klub lari alumni Kolese de Britto Yogyakarta, saat lari untuk LG4C pada Desember 2020. 

“Ini dana publik yang harus dikelola dengan akuntabel, akurat, transparan,” ujar doktor bidang  ekonomi bisnis ini   menegaskan.

Terkait penerima bantuan, KARINA-KWI bekerjasama dengan Komisi Pendidikan KWI  melakukan seleksi dan verifikasi. 

Sekretaris  Eksekutif  Komisi Penddikan KWI  TB. Gandhi Hartono SJ bersama tim Komisi Pendidikan di wilayah 27 provinsi, telah menyaring data sejak  November 2020. Tujuannya, agar  para  penerima donasi benar-benar selaras dengan  tujuan gerakan  belarasa. Yakni, “The poorest of the poor,” ujar  Romo Gandhi – sebutan akrabnya.

Gandhi mencontohkan beberapa  wilayah luar Jawa yang masuk ke dalam peta penyaringan donasi.  Antara lain, Papua, Aceh, Mentawai,  Londa Lima-Sumba Timur, Maumere-NTT, Ternate- Maluku Utara – sekadar  menyebut  contoh.

“Tentu  saja  masih banyak  wilayah lain yang kami petakan sejak  November 2020. Tujuannya, agar yang mendapat bantuan adalah mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujar Gandhi.

Sejumlah  peserta LG4C mengaku amat  gembira bisa mengikuti  program ini secara penuh.  Salah satunya, Sr. Dr. Yustiana, CB.  pemimpin Ordo Suster Carolus Borromeus(CB) Indonesia.

Sr. Dr. Yustiana, CB., dengan rekor 846 km jalan dan lari untuk LG4C di Yogyakarta, pada Desember 2020.
Sr. Dr. Yustiana, CB., dengan rekor 846 km jalan dan lari untuk LG4C di Yogyakarta, pada Desember 2020. (Panitia LG4C)

Suster Provinsial – begitu dia  biasa  disebut  -- mencatat  posisi nomor 6 dari 3001 peserta –sekaligus  peringkat pertama jalan kaki  --  dengan total  aktivitas  846 km jalan dan lari.

Yustiana, 56 tahun, mengaku menggemari olahraga sejak remaja. “Bagi saya, kebutuhan olahraga sudah seperti kebutuhan  makan,”  ujarnya kepada   tim media  LG4C

“Manfaatnya luarbiasa. Saya  tidak pernah sakit  selama tiga dekade terakhir. Olahraga memberikan kesegaran tubuh,  jiwa, energi  sekaligus,” dia  melanjutkan.

Itu sebabnya, berjalan dan berlari sejauh 846  kilometer bagi biarawati Katolik kelahiran Yogyakarta ini sama sekali tak terasa sebagai beban.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved