Breaking News:

Berita Kota Kupang Terkini

Di Kupang - NTT, Mulai Senin Ini Tenaga Kesehatan Bertahap Mulai Divaksin, Ini Penjelasannya

di kota Kupang sudah mencoba mendaftar 3000-an tenaga kesehatan yang ada. Namun harus dicek dulu sms blash berupa pemberitah

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/ LAUS MARKUS GOTI
Sekretaris Dinas Kota Kupang Rudi Priyono di ruang kerjanya, Rabu (2472019). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kota Kupang telah melakukan pencanangan vaksin pada Jumat (15/1). Pada termin pertama, 11 pejabat telah usai divaksin. Sedangkan tenaga kesehatan akan dilaksanakan Senin (18/1).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, Rudy Priyono, kepada POS-KUPANG.COM, menyampaikan di kota Kupang sudah mencoba mendaftar 3000-an tenaga kesehatan yang ada. Namun harus dicek dulu sms blash berupa pemberitahuan dari pusat terkait  penanganan vaksin ini.

"Apakah 3000-an nakes ini sudah terdaftar atau belum. Tapi akan berlangsung bertahap," tuturnya.
Ia mengatakan satu sesi 10 sampai 30 tenaga kesehatan yang akan divaksin. Tergantung dari daftar yang keluar dari pusat penanganan vaksin. Pelaksanaannya di masing-masing faskes, seperti di rumah sakit dan 33 faskes yang sudah terdata.

Sekali lagi, kata Rudy, semuanya dilakukan secara bertahap karena tergantung dari kesiapan faskes untuk menyimpan vaksin.
Dinas Kesehatan, lanjutnya, masih tengah melakukan koordinasi terkait vaksin-vaksin yang didroping dari dinas kesehatan bisa tidak disimpan di puskesmas sesuai dengan jumlah yang sudah terdaftar.

Ia mengatakan vaksin dari segi keamanan  masyarakat tidak perlu khawatir. Dirinyq sebagai volunter tidak ada reaksi apa-apa setelah 30 menit divaksin. Nanti 14 hari kemudian akan melanjutkan vaksi  kedua.  

Meningkatnya kasus positif Covid-19 di kota Kupang, kata Rudy, tim monitoring di Puskesmas-Puskesmas sudah diberikan arahan sesuai pedoman harus menjalankan aktifitas pelayanan termasuk pemantauan terhadap para pasien uang menjalani isolasi mandiri dan juga memberikan pendampingan. 

"Makin banyak kasus maka harus ditingkatkan lagi intensitasnya, termasuk komunikasi resiko, dengan dinas kominfo sudah dibuat jadwal untuk turun. Diharapkan dengan adanya peningkatan ini bisa menekan angka kenaikan kasus dari Covid," tuturnya.

Ia juga berharap masyarakat tidak panik dengan kondisi PPKM ini. Justru dengan PPKM bisa menjaga diri dengan 3 M, 3 T juga vaksin. "Diharapkan masyarakat menjadi kebal dengan vaksin. Secara teori 90 persen masyarakat bisa divaksin barulah timbul kekebalan, kalau tidak maka akan terus terjadi kasus-kasus sporadis. Pemerintah tidak akan mengobarkan masyarakatnya," ujarnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Baca juga: Tarif Tol Trans Jawa Naik Mulai Hari Ini, SIMAK Penjelasan PT Jasa Marga soal Besaran Tarif Naik

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved