Info Kesehatan

Tiga Puskesmas di Belu Ditutup Sementara, Ini Penyebabnya

ditutup sementara lantaran tenaga kesehatan yang bekerja di masing-masing puskesmas tersebut ada yang terkonfirmasi Covid-19.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Penjabat Sekda Belu, Frans Manafe 

Tiga Puskesmas di Belu Ditutup Sementara, Ini Penyebabnya

POS KUPANG.COM| ATAMBUA----Tiga puskesmas di Kabupaten Belu ditutup sementara. Puskesmas yang ditutup yakni, Puskesmas Wedomu, Asumanu dan Haliwen.

Tiga puskesmas ini ditutup sementara lantaran tenaga kesehatan yang bekerja di masing-masing puskesmas tersebut ada yang terkonfirmasi Covid-19.

Hal ini disampaikan Penjabat Sekda Belu yang juga Ketua Pelaksana Gugus Tugas, Frans Manafe, S.Pi kepada wartawan, Senin (11/1/2021).

Frans Manafe menjelaskan, tenaga kesehatan, baik dokter maupun perawat yang bekerja di tiga puskesmas tersebut terpapar Covid-19. Untuk mencegah penularan Covid-19 kepada tenaga kesehatan yang lain dan juga kepada masyarakat, pemerintah menutup sementara pelayanan di tiga puskesmas.

"Hari ini saya juga perintahkan supaya Puskesmas Haliwen juga ditutup, karena kepala puskesmasnya dan beberapa Nakes juga terpapar covid-19 sehingga kita mencegah itu lebih baik agar semua masyarakat aman", kata Frans.

Penutupan pelayanan ini sampai kondisi fasilitas kesehatan sudah benar-benar aman. Pemerintah akan melakukan sterilisasi tiga puskesmas tersebut termasuk karantina bagi nakes yang terkonfirmasi Covid-19.

Frans menghimbau kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan bisa mencari puskesmas terdekat. Keputusan menutup pelayanan di tiga puskeas tersebut sebagai upaya melindungi tenaga kesehatan dan masyarakat sehingga kondisi harus dimaklumi oleh masyarakat.

"Masyarakat boleh mencari puskesmas yang lebih dekat untuk mendapat pelayanan supaya tidak tertular", pinta Frans.

Terkait lokasi karantina terpusat bagi tenaga kesehatan dan masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19, Frans mengatakan, pemerintah telah menyiapkan gedung KKP Atambua di Haliwen. Saat ini pemerintah sedang mempersiapkan fasilitas pendukungnya.

"Gedung sudah ada tapi fasilitas pendukung kita perlu siapkan karena pasien yang akan dikarantina terpusat nanti pasti harus diberi makan, minum, obat dan pengawasan serta lainnya", kata Frans Manafe.

Frans menambahkan, selain tiga puskesmas tersebut, IGD RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua juga masih ditutup untuk pelayanan pasien gejala Covid-19. 

"Untuk saat ini memang IGD RSUD Gabriel Manek Atambua harus ditutup karena pasien yang datang belum bisa disaring sebab ada yang indikasi covid-19 dan yang lainnya pasien umum sehingga tidak boleh dicampur/gabung supaya tidak semua terkena covid-19. Tindakan yang dilakukan rumah sakit dan beberapa puskesmas adalah keputusan baik untuk sementara waktu sambil mempersiapkan ruang karantina", terang Frans.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Belu, Florianus Nahak mengatakan ditutupnya IGD RSUD Gabriel Manek SVD Atambua dan beberapa puskesmas merupakan sikap antisipasi dari Pemkab Belu.

Menurut Flori, tidak semua pasien bergejala langsung dirujuk di RSUD Atambua, tetapi bisa dirawat di rumah sakit second line yang ada di Kabupaten Belu. Pasien dirujuk manakala rapid test antigen reaktif. Tujuannya agar tenaga kesehatan yang menangani bisa lebih waspada dan menggunakan semua APD sesuai SOP.

Halaman
12
Sumber: Nakita
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved