Kamis, 9 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, Selasa 12 Januari 2021: KUASA YESUS

Yesus tampil sebagai orang yang berkuasa. Ia mempunyai kuasa yang sedemikian besar dan tak ada bandingannya. Seng ada lawan, kata orang Timur.

Editor: Agustinus Sape
Foto Pribadi
Pater Steph Tupeng Witin SVD 

Renungan Harian Katolik, Selasa 12 Januari 2021: KUASA YESUS (Markus 1:21b-28)

Oleh: Pater Steph Tupeng Witin SVD

POS-KUPANG.COM - Yesus tampil sebagai orang yang berkuasa. Ia mempunyai kuasa yang sedemikian besar dan tak ada bandingannya. Seng ada lawan, kata orang Timur. Kuasa-Nya itu tak pernah ada pada diri para ahli Taurat, meski mereka adalah orang-orang yang sangat profesional dalam hukum Taurat dan sering mengajarkannya kepada umat.

Penginjil Markus bercerita, setelah hari Sabat mulai, Yesus masuk ke dalam rumah ibadat di Kapernaum dan mengajar. Semua umat takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat (Mrk 1:21-22).

Pada waktu itu pun ada seorang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak, "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau hendak membinasakan kami?"

Yesus menghardiknya, kata-Nya, "Diam, keluarlah dari padanya!". Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya (Mrk 1:23-26).

Tidak dijelaskan jenis kuasa Yesus itu oleh penginjil Markus. Namun semua kita paham bahwa sumbernya ada pada Roh Kudus yang "membaptis" Yesus saat dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan. "Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya" (Mrk 1:10).

Yesus pun menyadari bahwa Ia adalah Anak Allah. Ia sendiri mendapat peneguhan itu, setelah mendapat siraman air oleh Yohanes Pembaptis ke atas kepala-Nya, terdengarlah suara yang berkata dari sorga, "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan" (Mrk 1:11).

Kesadaran itu melahirkan dalam diri-Nya suatu kekuatan untuk menghadapi apa saja dan siapa saja dengan sikap dan wibawa Putera Allah yang tulen.

Sadar bahwa Ia diķasihi Bapa-Nya secara khusus, Ia sigap memberitakan Kabar Baik serta menegakkan Kerajaan Allah dan membebaskan manusia dari belenggu apa pun. "Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan" (Mrk 1:39).

Namun sumber kuasa Yesus itu pun ditemukan pula dalam usaha-Nya pribadi menjalin hubungan dan kesatuan yang mendalam dengan Bapa-Nya di surga. Tentang ini, misalnya Markus mencatat, "Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yabg sunyi dan berdoa di sana" (Mrk 1:35).

Dan, tak boleh diabaikan, Yesus juga mengolah dan memperteguh kuasa-Nya melalui usaha-Nya mendalami arti dan makna Firman Allah dalam Kitab Suci.

Ia tidak mendapat pendidikan formal sebagai ahli Taurat. Maka Ia memikirkan dan merenungkan isi Firman Allah secara pribadi, tanpa beban segala macam opini dan teori yang harus dipelajari dan diketahui para ahli Taurat. Ia mendalami Firman Allah sebagai orang yang benar-benar terbuka terhadap Allah dan kehendak-Nya.

Semua sumber kuasa Yesus itu memang saling bertautan dan saling melengkapi, sehingga membuat kuasa-Nya sungguh sempurna dan dahsyat.

Penginjil Markus mencatat kesaksian tentang kedahsyatan kuasa Yesus itu. "Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: Apa ini? Suatu ajaran baru? Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya. Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea" (Mrk 1:27-78).

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved