Warga Desa Kiritana Sumba Timur Tewas Terseret Banjir, Polisi Tidak Temukan Tanda-tanda Kekerasan
setelah mendapat informasi ada penemuan mayat di daerah irigasi Kamarujawa di Kelurahan Malumbi, Kambera
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
Warga Desa Kiritana Sumba Timur Tewas Terseret Banjir, Polisi Tidak Temukan Tanda -tanda Kekerasan
POS-KUPANG.COM|WAINGAPU -- Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh Oktavina Yowa Anandiha (60) warga Desa Kiritana, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur.
Oktavina adalah korban yang meninggal dunia akibat terseret arus banjir dari Sungai Lambanapu, Sabtu (9/1/2021).
Hal ini disampaikan Kapolres Sumba Timur, AKBP. Handrio Wicaksono, S.IK kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (10/1/2021).
Menurut Handrio, setelah mendapat informasi ada penemuan mayat di daerah irigasi Kamarujawa di Kelurahan Malumbi, Kambera, polisi langsung menuju ke TKP.
"Hasil pemeriksaan tubuh korban, kita tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," kata Handrio.
Dijelaskan, polisi yang tiba di TKP, korban sudah dikeluarkan dari sungai dan telah dibawa ke rumahnya.
"Kita sudah lakukan pemeriksaan kondisi tubuh jenazah korban. Pemeriksaan ini dilakukan oleh Inafis dan anggota Satuan Reskrim Polres Sumba Timur. Saat itu diperoleh hasil bahwa pada tubuh korban tidak di temukan adanya tanda-tanda kekerasan," katanya.
Dikatakan, selain memeriksa tubuh korban, polisi juga mengambil keterangan dari sejumlah saksi, yang mana salah satu saksi adalah anak kandung korban.
Baca juga: Anak dari Korban yang Tewas Terseret Banjir di Sumba Timur Beri Kesaksian, Yuk Simak
Baca juga: Ini Keterangan Sejumlah Saksi di Lokasi Kejadian Saat Korban Terseret Banjir di Desa Kiritana
"Hasil pemeriksaan itu sudah disampaikan ke keluarga korban dan keluarga menerima kematian tersebut," ujarnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)