Anak dari Korban yang Tewas Terseret Banjir di Sumba Timur Beri Kesaksian, Yuk Simak

lokasi kejadian langsung melakukan olah TKP, pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) dan dokumentasi.

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
Dokumentasi Humas Polres Sumba Timur
Oktavina Yowa Anandiha (60) warga Desa Kiritana, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur meninggal dunia akibat terseret arus banjir dari Sungai Lambanapu, Sabtu (9/1/2021). 

Anak dari Korban yang Tewas Terseret Banjir di Sumba Timur Beri Kesaksian, Yuk Simak

POS-KUPANG.COM|WAINGAPU -- Albersius Ndilu Oli Praing, anak kandung dari korban Oktavina Yowa Anandiha mengatakan, ibunya bisa berenang, namun karena saat kejadian korban sedang sakit pinggang.  Selain itu, akibat faktor usia yang menyebabkan korban kesulitan berenang.

Albersius menyampaikan hal ini saat memberi keterangan kepada polisi di lokasi kejadian, Sabtu (9/2/2021).
Polisi dari Polres Sumba Timur yang ke tempat kejadian, yakni piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), piket fungsi, Inafis dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Lambanapu, Kecamatan Kambera.

Petugas saa tiba di lokasi kejadian langsung melakukan olah TKP, pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) dan dokumentasi.

Kapolres Sumba Timur, AKBP. Handrio Wicaksono, S.IK yang dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Minggu (10/1/2021) mengatakan, ada tiga saksi yang telah diambil keterangannya oleh polisi saat berada di TKP. Salah satu saksi adalah anak dari korban.

Menurut Handrio, sesuai keterangan dari anak korban yang juga merupakan saksi ketiga yang ditemui polisi, bahwa ibunya sering ke kebun di seberang sungai. Bahkan, korban juga bisa berenang.

"Korban bisa berenang, namun karena korban sakit pinggang serta faktor usia sehingga kemungkinan  korban  kesulitan berenang pada saat kejadian," kata Handrio.

Dijelaskan, anak korban juga memberi kesaksian bahwa ibunya  setiap pagi sekitar pukul 06.00 wita sering  ke kebun. Kebun itu milik anaknya dan juga milik korban sendiri.

Dijelaskan, kebun milik korban dan juga milik Albersius anaknya itu berada di seberang sungai sehingga harus menyebrang.

"Keterangan dari anak korban juga bahwa korban  juga punya kebiasaan mencari ikan di pinggir sungai pada saat banjir. Korban mencari ikan dengan menggunakan serok kecil," katanya.

Dikatakan, sesuai keterangan Albersius bahwa ibunya juga sedang sakit pinggang.

Untuk diketahui Oktavina Yowa Anandiha warga Desa Kiritana, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur meninggal terseret banjir atau arus sungai Lambanapu,  Sabtu (9/1/2021).

Baca juga: Ini Keterangan Sejumlah Saksi di Lokasi Kejadian Saat Korban Terseret Banjir di Desa Kiritana

Baca juga: Warga Kiritana Kambera, Kabupaten Sumba Timur Meninggal Terseret Banjir 

Sejumlah saksi mengakui menemukan korban di sungai dan tidak lagi bernyawa.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved