Pesawat Sriwijaya Air Jatuh
Pramugari Mia Zet Wadu Sempat Telepon Orang Tua Karena Tidak Bisa Natalan
Terungkap sekelumit cerita dari seorang korban, pramugari Sriwijaya Air yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/10/2021).
Pramugari Mia Sempat Telepon Orang Tua Karena Tidak Bisa Natalan, Minta Tolong Bersihkan Ini
POS-KUPANG.COM - Terungkap sekelumit cerita dari seorang korban, pramugari Sriwijaya Air yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/10/2021).
Hal ini disampaikan oleh kerabat korban.
Seorang pramugari bernama Mia bertugas dalam pesawat Sriwijaya Air yang jatuh.
Beberapa minggu lalu pramugari tersebut sempat meminta rumahnya dibersihkan.
Salah satu pramugari dalam manifest pesawat Sriwijaya Air SJY – 182 rute Jakarta – Pontianak merupakan warga Denpasar, Bali.
Perempuan bernama Mia Zet Wadu itu diketahui merupakan jemaat Gereja GPIB Maranatha Denpasar bernama Mia Tre Setiyani Wadu.
Mia Zet Wadu juga bagian dari Ikatan Keluarga Besar Flobamora Kolorai Hawu, Sabu Raijua Bali.
Hal tersebut dibenarkan oleh Johny Lay selaku paman sekaligus penasihat Flobamora Bali saat dikonfirmasi Tribun Bali, Minggu (10/1/2021).
“Benar, Mia Zet Wadu, keponakan saya merupakan pramugari dan ikut dalam penerbangan Sriwijaya Air yang hilang kontak dalam penerbangan Jakarta – Pontianak, mohon dukungan doanya,” ungkap Johny Lay.
Mia Zet Wadu turut bertugas dalam pesawat terbang rute Jakarta – Pontianak yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, pada Sabtu (9/1/2021).
Sempat Minta Rumahnya Dibersihkan
Johny Lay menceritakan, dua minggu lalu Mia sempat berpesan kepada orang tuanya untuk mempersiapkan dan membersihkan rumahnya karena ia berencana berlibur dan berkunjung ke rumah bersama teman-temannya.
Terlebih lagi, saat Hari Raya Natal kemarin, Mia tidak bisa pulang ke rumah.
Orangtua Mia pun melaksanakan pesan Mia tersebut.