33 Tahun, Jalan Panjang Kopdit Ankara Menuju Era Kejayaan
Bermula dari tujuh orang pria yang penuh semangat sebagai bagian dari sejarah sebuah Koperasi Simpan Pinjam yang kini dikenal dengan Kopdit Ankara
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Bermula dari tujuh orang pria yang penuh optimisme dan semangat sebagai bagian dari sejarah sebuah Koperasi Simpan Pinjam yang kini dikenal dengan Kopdit Ankara.
Sejatinya proses lahirnya pun tergolong sederhana dan bukan langsung berbentuk koperasi yang melambung hingga ke tingkat nasional bahkan mendapat penghargaan dari Presiden RI.
Hanya dengan arisan sebesar Rp10. 000 per bulan beranggotakan ketujuh orang itu, kesetiaan terhadap mimpi dan cita-cita untuk mendirikan sebuah koperasi jika arisan tersebut berjalan lancar, pun melahirkan Kopdit Ankara.
Baca juga: Tuan Guru Bajang Ingatkan Baya Politisasi Agama, Muhammad Zainul Majdi Singgung Kekuatan Politik
1987, 33 tahun silam adalah saat di mana Karolus Tue Ledjap dan enam orang rekannya yang lain masih tergolong muda dan energik. Mereka sangat bersemangat, saling melobi, berdiskusi dan mengajak satu dan lainnya hingga terhimpunlah tujuh orang untuk menjalankan arisan itu. Rofinus Raja Tolok, Yoseph Lanang, Karolus Tue Ledjap, Katarina Langobelen adalah empat dari tujuh orang itu yang masih hidup hingga hari ini. Sedangkan, Paulus Pito Witin, Petrus Bala Ope Luon dan Bernardus Bala Ledjap, ketiganya sudah lebih dulu berpulang ke rumah Sang Khalik.
Baca juga: BREAKING NEWS - Lokasi Diduga Tempat Black Box Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Ditemukan
Dari mereka bertujuh, hanya lima orang yang akhirnya membuat kelompok arisan itu ‘naik kelas’ menjadi sebuah koperasi pada 10 Januari 1988. Dengan keanggotaan awal 12 orang, mereka bersepakat menggunakan nama Koperasi Serba Usaha Aneka Karya yang kemudian disingkat menjadi Ankara. Setahun berjalan, mereka berhasil merekrut 20 orang lagi sehingga pada akhir 1988, jumlah anggota koperasi ini menjadi 32 orang dengan ketentuan simpanan wajib Rp 20. 000 dan simpanan pokok Rp 500 per tiap anggota.
Karolus Tue Ledjap menyebut kisaran kala itu sebagai tahap mencari bentuk, karena koperasi ini masih sangat belia dengan keanggotaan yang masih sangat terbatas. Kendati begitu, tekad Badan Pengurus KSU Ankara perdana yang dinahkodai Rofinus Raja Tolok sebagai ketua dan Ledjap sendiri sebagai sekretaris, tak luntur. Mereka terus bekerja memperkenalkan koperasi ini kepada kerabat dan sahabat hingga keanggotaan pun mulai tumbuh. Hal ini mendorong Ledjap untuk memetakan tahun 1989 sampai 1994 sebagai era pertumbuhan.
Pada periode tersebut, koperasi ini mulai bertumbuh pesat meski sejumlah hal harus dibenahi oleh pengurus, pengawas maupun para pengelola atau manajemen.
“Kami menyebutnya sebagai tahap pemantapan. Tahap pemantapan itu dari tahun 1995 sampai tahun 2000. Tahapan pemantapan ini ditandai dengan pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh kerjasama antara INKOPDIT dan Canada,” ungkap Karolus Tue Ledjap, Minggu (10/1/2021).
Memasuki tahun 2001, Ledjap menyebutnya sebagai periode dimana Ankara mulai memasuki tahapan kejayaan. Hal ini ditandai dengan prestasi yang ditorehkan koperasi ini pada tahun 2007, dimana Kopdit Ankara menjadi koperasi terbesar untuk wilayah Puskopdit Swadaya Utama, dan tahun itu Ankara mendapatkan penghargaan dari Presiden RI sebagai koperasi terbaik tingkat nasional. Era kejayaan ini terus berlangsung hingga 2010.
“Memasuki tahun 2011, mulai ada gangguan. Artinya Kopdit Ankara mulai memperoleh ancaman. Ini berlangsung hingga mulai memasuki tahap konflik pada 2017-2018. Kemudian tahun 2019-2020 Ankara mulai memasuki masa pemulihan setelah melewati masa konflik,” tutur Ledjap.
Optimisme Menuju Kejayaan Kopdit Ankara
Keluarga besar Kopdit Ankara tentu bersyukur lantaran konflik yang telah terjadi dan cukup mengancam eksistensi dari lembaga ekonomi gotong royong ini. Hal yang disyukuri adalah dalam masa pemulihan ini Ankara dipimpin oleh orang-orang muda yang kompak, penuh inovasi dan memiliki inisiatif yang tinggi. Hal inilah yang membuat Ledjap sebagai salah satu pendiri yang hingga hari ini pun masih tercatat bagian dari badan pengurus.
“Saya melihat kalau kepengurusan ini dibina secara baik, maka akan membawa KSP Kopdit Ankara mengalami kejayaan untuk tahap yang kedua. Saya sangat antusias dengan pengurus yang ada karena mereka bekerja tanpa pamrih, tanpa mengenal lelah, tanpa memperhitungkan waktu dan upah tentunya,” ungkap Ledjap.
Menurut Ledjap, KSP Kopdit Ankara sejak berdiri hingga hari ini telah memberikan banyak kontribusi secara ekonomi terhadap masyarakat, khususnya di Lembata. Ia tidak dapat menyembunyikan rasa prihatinnya atas konflik yang menimpa koperasi ini pada 3-4 tahun silam itu. Konflik yang memberikan penurunan yang signifikan pada kinerja koperasi ini.
“Mereka berusaha untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya dari Ankara dan ini yang menjadi titik awal menurunnya perkembangan dari KSP Kopdit Ankara. Karyawan mulai menuntut upah yang tinggi hingga terjadinya penggelapan keuangan Ankara melalui program dan segala macam lainnya. Selain itu, pada masa yang berat ini, hadirlah sejumlah koperasi sejenis yang mulai masuk ke Lembata,” katanya.