Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik, 9 Januari 2021: Nihil Simile Est Idem; Yang Tampaknya Mirip Tidaklah Sama

Ritual membaptis dihubungkan bangsa Yahudi dengan makna penyucian diri atas segala dosa dan khilaf agar layak merayakan iman kepada Allah.

Editor: Agustinus Sape
Dok Maxi Un Bria
RD Maxi Un Bria dengan latar belakang menara Pizza Italia. 

Renungan Harian Katolik, Sabtu 9 Januari 2021: Nihil Simile Est Idem; Yang Tampaknya Mirip Tidaklah Sama

Oleh: RD. Maxi Un Bria

POS-KUPANG.COM - Tindakan membaptis yang dilakukan Yesus dan Yohanes Pemandi tampaknya mirip, namun berbeda. Yesus membaptis dengan Roh Kudus, sedangkan Yohanes membaptis dengan air.

Ritual membaptis dihubungkan bangsa Yahudi dengan makna penyucian diri atas segala dosa dan khilaf agar layak merayakan iman kepada Allah.

Pembaptisan juga dipandang sebagai tindakan ritual iman untuk mengikatkan diri sebagai bagian utuh dari persekutuan komunitas yang percaya kepada Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus.

Itulah sebabnya setiap calon anggota kristiani yang akan bergabung dalam paguyuban umat beriman selalu diterima melalui liturgi pembaptisan.

Tindakan pembaptisan yang dilakukan Yesus dan Yohanes diperdebatkan oleh beberapa murid Yohanes dan orang Yahudi. Mereka penasaran dan kurang paham, mengapa Yesus juga membaptis?

Pertanyaan mereka kepada Yohanes tentang pembaptisan yang dilakukan Yesus direspons demikian. “Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan dari surga” ( Yoh 3:27).

Yohanes mengimani bahwa kuasa pembaptisan Yesus dianugerahkan dari surga. Ia juga paham benar bahwa Yesus adalah Mesias yang dinantikan.

Karena itu tampilnya Yesus untuk membaptis di Yudea dan sekitarnya justeru membuat Yohanes bergembira. Tentu saja karena Yohanes mengimani dan memahami siapa sesungguhnya Yesus.

“Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu menjadi penuh. Ia harus makin besar dan aku harus makin kecil.” ( Yoh 3: 30 ).

Yohanes sungguh menghadirkan diri sebagai tokoh yang mempersiapkan jalan bagi kedatangan Mesias. Ia tahu bahwa ketika waktunya telah genap, Yesus mesti tampil di depan publik untuk mewartakan Kerajaan Allah dan kebenarannya, sehingga Ia semakin besar.

Para murid Yohanes dan orang Yahudi yang memperdebatkan pembaptisan Yesus dan Yohanes sesungguhnya karena kurang paham tentang kehadiran Mesias di satu sisi dan di sisi lain karena sebagian dari mereka mengira bahwa Yohanes Pemandi adalah Mesias.

Itulah sebabnya kepada mereka Yohanes menegaskan, ”Kamu sendiri dapat memberi kesaksian bahwa aku telah berkata; Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya” ( Yoh 3:28).

Dalam hidup sering kali kita menyaksikan beberapa orang terlibat dalam perdebatan karena kurang paham. Bahkan dalam beberapa kesempatan mungkin kita juga ikut berdebat dalam hal-hal tertentu karena kurang mengerti mengapa demikian jadinya.

Diskusi dan perdebatan tidaklah salah sejauh memiliki motivasi untuk mendapat pencerahan dan menemukan jawaban atas kebingungan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved