Breaking News:

Info Kupang Terkini

Masyarakat Kota Kupang Jangan Resah, Wakil Wali Kota Tegaskan Tak Ada PSBB, INi Penegasannya

Kita akan sesuaikan dengan kondisi lokal. Kita boleh berantas penyakit tapi pemulihan ekonomi nasionl tidak boleh hilang. Nanti mall-mall kita batasi

POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man menegaskan bahwa tidak ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kota Kupang pada 11 - 25 Januari 2021.
Ia mengatakan imbauan untuk menerapkan PPKM berlaku di wilayah Jawa dan Bali, sedangkan di Kupang belum.

"Kalau ada yang mengatakan bahwa kota Kupang PSBB itu salah dengar atau miss persepsi. Tidak benar kota Kupang ini ditutup sesuai dengan nasional," katanya Jumat (8/1).

Aturan itu, kata Herman untuk Jawa dan Bali. Namun Kupang bisa menerapkan PPKM tergantung dari empat indikator yaitu tingkat kematian. Jika kematian di kota Kupang di atas kematian nasional maka indikator ini terpenuhi. Tapi data menunjukkan bahwa dari 100 kasus, tiga orang meninggal. Kemudian tingkat kesembuhan, nasional 82,6 persen artinya dari 100 pasien yang sembuh 82 orang, sedangkan kota Kupang tidak sampai 40 persen, 100 persen yang dirawat yang sembuh tidak sampai 40 orang. Kriteria ini sudah terpenuhi. Pemakaian tempat tidur ruang isolasi sudah melebihi kapasitas di atas 100 persen, ini berarti tidak ada lagi tempat tidur yang kosong.

Dari empat indikator ini, lanjutnya, dua indikator terpenuhi. Berdasarkan dua indikator dan sesuai Permenkes No. 9 tahun 2020 tentang pedoman PSBB pasal 3 dan 4, maka Wali Kota akan mengajukan permohonan tersebut ke Gubernur dan Menteri Kesehatan, dengan melampirkan dua penyebaran kasus dan peta gambaran transmisi lokal. Jika menteri menyetujui barulah pemerintah kota mendeklarasikan penutupan kota Kupang.

Ia menjelaskan konsep menutup kota Kupang, misalnya work from home 75 persen, belajar online dan pengaturan operasional pasr dan toko. Misalnya mungkin pasar dibuka pukul 05.00 sampai 09.00 Wita, sore pukul 16.00 sampai 18.00 Wita.

"Kita akan sesuaikan dengan kondisi lokal. Kita boleh berantas penyakit tapi pemulihan ekonomi nasionl tidak boleh hilang. Nanti mall-mall kita batasi hanya mungkin sampai jam 7 malam. Restoran hanya 30 persen, tapi restoran yang take away kita buka 100 persen. Jadi masyarakat tissk protes dan ekonomi masih berjalan," tuturnya. 

Katanya mudah-mudahan minggu depan Forkompinda dan Gugus Tugas melakukan rapat untuk membahas persoalan teknis terkait indikator-indikator tersebut serta langkah-langkah penutupan. 

Ia meminta masyarakat jangan resah dengan informasi yang beredar. Sehingga menimbulkan spekulasi penumpukan sembako yang mengakibatkan kenaikan harga. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati).

Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man
Wakil Wali Kota Kupang, Herman Man (POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati)


BalasBalas ke semuaTeruskan

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved