Tim Kesehatan FLM Pamit Dari Lembata
Selama kurang lebih sebulan pasca erupsi Gunung Ile Lewotolok Minggu (29/11/2020) FLM hadir dalam Misi kemanusiaan
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Selama kurang lebih sebulan pasca erupsi Gunung Ile Lewotolok Minggu (29/11/2020) FLM hadir dalam Misi kemanusiaan untuk membantu warga terdampak dan pemerintah daerah Kabupaten Lembata.
FLM yang hadir di kota Lewoleba pada pekan pertama pasca erupsi, mulai menggelar bantuan kemanusiaan berupa pembagian logistik dan sembako sebanyak 7000 paket dan di pekan kedua FLM mendatangkan 2 dokter relawan untuk dilakukan pelayanan kesehatan terhadap warga terdampak erupsi gunung Ile Lewotolok.
Alfredo Rionaldo da Silva selaku koordinator lapangan menyatakan bahwa sebanyak 111 titik kunjungan oleh dokter relawan dan tim kesehatan dari FLM dengan total pasien 951 Jiwa.
Baca juga: Dinas Pertanian Lembata Ingatkan Petani Soal Hama Tanaman Jagung
"Dari 951 Jiwa pasien kasus yang menonjol terhadap warga terdampak korban erupsi gunung Ile Lewotolok dengan diagnosa ISPA, LBP/Myalgia, Dyspepsia Sindrom, Cephalgia, Hipertensi, Hiperurisemia dan infeksi kulit," tambah dr Aprindo Donatus didampingi dr. Budi Hartono.
"Kami sudah lakukan pengobatan secara mobile semoga bermanfaat dan bisa membantu Ina Ama sekalian,"ujar dr Budi.
Baca juga: Update Corona Sumba Timur - Pasien Sembuh Belum Ada, Kasus Positif Terus Bertambah
Ketua bidang logistik FLM Noben da Silva mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah kabupaten Lembata dan seluruh warga masyarakat kota Lewoleba terkhusus masyarakat terdampak bencana erupsi Ile Lewotolok yang sudah menerima FLM dan bisa berkolaborasi untuk membantu pemerintah daerah kabupaten Lembata.
"Harapan saya semoga bencana ini cepat berlalu dan warga terdampak bisa kembali memulai aktivitasnya sebagaimana biasanya," kata dia.
Tak hanya itu, lebih jauh Noben berharap agar kepada pemerintah lebih memperhatikan para pengungsi yang betul-betul terkena dampak erupsi Ile Lewotolok, bukan saja kepada mereka yang berada di zona merah tetapi juga di zona hijau karena di zona hijau juga mengalami dampak erupsi abu yang sangat tinggi, keprihatinan itu datang ketika melihat banyak warga yang masih berada di desa dan perkebunan.
"Ucapan terimakasih pula kami sampaikan kepada keluarga besar Tifaona yang ada di Jakarta dan seluruh pemerhati yang turut serta terlibat dalam misi kemanusiaan atas bencana erupsi gunung Ile Lewotolok kabupaten Lembata," ujarnya.
Dia menegaskan bahwa Forum Lembata Memanggil bukan sebuah forum politik melainkan forum yang hadir murni dalam misi kemanusiaan dan tidak ditunggangi unsur poltik apapun.
Sejauh ini tim FLM juga mendapatkan perhatian dari pemerintah hingga dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada warga terdampak erupsi gunung Ile Lewotolok.
"Kami juga difasilitasi mobil ambulans dari dinas kesehatan milik Pemkab Lembata, sementara hari ini tim kesehatan FLM juga mendistribusikan bantuan terakhir berupa obat-obatan dan alkes kepada RSUD Lewoleba, Puskesmas Lamaau dan Posko utama," pungkasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)