Seorang Wanita di Kota Kupang Ditemukan Tak Bernyawa dengan Tubuh Dikerubuni Lalat
Seorang wanita bernama Puji Arti (29), karyawati swasta yang berasal dari Sukabumi-Jawa Barat ditemukan tak bernyawa
POS-KUPANG.COM | KUPANG-Seorang wanita bernama Puji Arti (29), karyawati swasta yang berasal dari Kampung Cigadog, RT 001/RW 003, desa Tenjolaya-Cicurug, Sukabumi-Jawa Barat ditemukan tak bernyawa serta dipenuhi lalat di kamar kos nya, Sabtu, 2/1/2021 malam.
Ia ditemukan di salah satu kamar kost nomor 5 milik AKP Anjasmara, SH di kost 'Carla' di Jalan Manafe gang Siaga II, RT /RW 009/ 003, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.
Korban pertama kali ditemukan oleh Winda Wea (20), seorang mahasiswi yang selama ini menjaga kost Carla. Saat itu pemilik kost, DG Anjasmara, SH baru tiba di Kupang.
Baca juga: Pabrik Tahu dan Tempe SJ Bajawa Masih Beroperasi, Bahan Baku Mulai Langka
Ia menerima laporan dari Winda Wea jika korban selama ini sakit, namun Winda dan penghuni kost yang lain tidak mengetahui jenis penyakit yang diderita korban. Pemilik kost kemudian meminta bantuan Winda Wea untuk mengecek kondisi korban dikamar tidurnya.
Winda pergi ke kamar korban dan membuka pintu kamar nomor 5 yang saat itu tidak trkunci. Ia kaget melihat korban dalam keadaan tidur dengan posisi tertelungkup serta tidak bergerak. Pada tubuh korban terlihat beberapa lalat yang hinggap di tubuh korban.
Baca juga: Puji Tuhan Hasil Swab Test 7 Warga di Lokasi Karantina Sikka Negatif
Winda pun langsung berlari dan menyampaikan kejadian tersebut kepada Tesa Wea (22) dan Ria Wea (23) yang sedang bercerita kepada pemilik kost bahwa korban tidak bergerak dan dalam keadaan tertelungkup. Pemilik kost bersama Tesa Wea dan Ria Wea pergi melihat korban dikamarnya.
Selanjutnya Winda Wea dan pemilik kost ke Polres Kupang Kota melaporkan kejadian tersebut guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Winda dan Tesa Wea mengaku kalau pada Kamis (31/12/2020) malam sekitar pukul 19.00 wita, mereka melihat seorang pria dan seorang perempuan yang tidak dikenal masuk ke dalam kamar korban. Sementara Ria Wea mengaku kalau pada Jumat 01/1/2021) petang sekitar pukul 16.30 wita, ia mendengar bunyi sesuatu yang jatuh dari dalam kamar korban.
Winda Wea sendiri mengaku kalau selama ini korban mengeluh rasa sakit pada bagian perut karena baru selesai dioperasi. Namun korban tidak pernah menceritakan mengenai penyakit yang diderita korban kepada orang lain. Selama ini juga, korban sering batuk-batuk dan saat berbicara bersama orang lain, suara korban tidak terdengar jelas.
Lebih lanjut, korban juga selama ini meminta tolong kepada Winda Wea untuk membantu membelikan keperluan korban seperti membeli minyak kayu putih, membeli air mineral (aqua), membeli bubur ayam dan menarik uang di ATM.
Saat aparat kepolisian dari Polres Kupang Kota datang melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara, di kamar korban ditemukan beberapa helai rambut di sekitar tubuh korban.
Selain itu, ditemukan satu unit handphone warna hitam merk xiomi, uang tunai Rp 557.200, 1 kantong plastik berisi obat-obatan, satu buah dompet warna merah, KTP dan kartu BPJS korban, kartu berobat korban, ATM BCA, 1 bungkus rokok marlboro, ice burst, 2 botol minyak kayu putih, 1 botol baby oil, hasil rontgen korban, 2 buah pemantik dan 1 buah masker warna hijau.
Berdasarkan hasil rontgen yang ditemukan di dalam kamar atas nama korban, diketahui kalau korban menderita positif TBC. Saat ditemukan, korban pada posisi tidur telungkup di lantai kamar serta ada darah keluar dari lubang hidung.
Aparat kepolisian langsung memasang police line di sekitar lokasi kejadian dan selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan barang-barang yang ditemukan di tempat kejadian perkara.
Jenasah korban kemudian dibawa petugas medis ke Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk visum.
Sementara itu, penyidik Sat Reskrim Polres Kupang Kota memeriksa saksi-saksi rekan tempat kost dan pemilik tempat kost.
"Hingga saat ini, Pihak kepolisian belum dapat menghubungi keluarga korban," ujar kasat Reskrim Polres Kupang kota, Iptu Hasri Manasye Jaha, Sabtu 2/1/2021 malam. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon)