Senin, 4 Mei 2026

Pemprov NTT Isyaratkan Sekolah Tatap Muka

Pemprov NTT mengisyaratkan boleh menggelar kegiatan belajar mengajar ( KBM) secara tatap muka pada semester genap tahun 2021

Tayang:
Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi 

POS-KUPANG.COM - Pemerintah Provinsi NTT ( Pemprov NTT) mengisyaratkan boleh menggelar kegiatan belajar mengajar ( KBM) secara tatap muka pada semester genap tahun 2021. Namun demikian, harus dilaksanakan dalam protokol kesehatan yang ketat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Drs Linus Lusi mengatakan KBM tetap dilaksanakan dengan pengetatan protokol kesehatan yang mengacu pada edaran bersama menteri.

Linus menjelaskan, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar itu memperhatikan asas kehatian-hatian terutama pada daerah yang merupakan zona merah penyebaran Covid-19.

Baca juga: Lusia Banut Tewas Terbakar, Kebakaran Awal Tahun 2021 di Satar Mese

"Asas kehati-hatian tetap difokuskan terutama pada zona merah," ungkapnya saat diwawancara Pos Kupang, Sabtu (2/1/2021) petang.

Mantan Kepala Badan Perbatasan itu menegaskan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah memberi regulasi terkait pelaksanaan KBM tatap muka tersebut di sekolah.

"Sekolah telah diinformasikan apa yang perlu dilakukan dan memastikan layanan pendidikan terhadap siswa tetap diperhatikan," tambah Linus.

Baca juga: Parodi Situasi: Pantun 2021

Khusus di Kota Kupang, kata Linus, pihaknya melakukan koordinasi dengan Tim Satgas Pencegahan dan penanganan Covid-19 Kota Kupang untuk mengimplementasikan regulasi yang diatur Pemerintah Kota Kupang. Saat ini, Kota Kupang berstatus zona merah Covid-19.

"Kita koordinasi dengan Tim Satgas Covid-19, penegasan Wali Kota Kupang seperti apa," ujar Linus.

Mantan Penjabat Bupati Ngada ini mengatakan, berdasarkan pantauan pihaknya, sanitasi di SMA/SMK yang berada di Kota Kupang pada umumnya harus ditambahkan terutama untuk tempat cuci tangan yang dilengkapi saluran atau pipanisasi yang baik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Edison Sipa mengatakan, untuk KBM tatap muka hanya diperbolehkan untuk sekolah-sekolah di kecamatan zona hijau. Sedangkan di kecamatan zona merah, masih belum diperbolehkan.

"Kita di TTS saat ini kembali masuk zona merah. Oleh sebab itu, KBM tatap muka kita berlakukan secara bertahap," ungkap Sipa.

Untuk sekolah-sekolah yang melakukan KBM tatap muka, Sipa tetap mengingatkan untuk menaati protokol kesehatan. Peralatan seperti thermogan, masker dan alat cuci tangan saat ini sudah tersedia di sekolah-sekolah. KBM berlangsung dengan sistem shift dan jumlah siswa dibatasi 16-20 orang per kelas.

Kadis PKPO Sikka, Mayella da Cunha menegaskan, sepanjang masih ada transmisi lokal maka KBM di sekolah akan dihentikan dan pihaknya akan melakukan evaluasi agar KBM dilakukan dari rumah dan online.

Maka itu, pihak dinas tidak akan gegabah dan mengambil keputusan karena memperhatikan instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI yang menegaskan kalau kesehatan dan keselamatan siswa adalah yang paling penting.

Pihak dinas, paparnya, akan terus melakukanj koordinasi dengan Satgas Covid-19 Sikka soal transmisi lokal masih ada atau tidak kalau KBM dilaksanakan sesudah tanggal 9 Januari 2021.

Dinas dalam mengambil keputusan pun, ujarnya, akan selalu memperhatikan instruksi Bupati Sikka soal pembatasan kegiatan masyarakat dalam rangka pencegahan wabah corona.

"Maka itu, kami dari dinas dalam mengambil keputusan soal KBM bagi siswa tidak akan gegabah. Kami akan koordinasi dengan semua pihak termasuk Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sikka. Jika sampai tanggal 9 Januari 2021 masih ada transmisi lokal maka kami akan evaluasi agar bias belajar dari rumah. Kesehatan dan keselamatan siswa itu yang kami jaga," kata Kadis Mayella.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur, Ir. Yunus D. Wulang, M. Si mengatakan, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur telah meminta semua satuan pendidikan mulai dari SD -SMP agar tetap melaksanakan BDR.

"Proses belajar mengajar di Sumba Timur tetap dari rumah, karena kasus Covid-19 ini sulit diprediksi, terkadang muncul kemudian sembuh atau selalu ada perubahan zona dari merah ke hijau dan sebaliknya. Saat zona hijau dan kita hendak siapkan agar KBM tatap muka dimulai, tiba-tiba muncul kasus positif," kata Yunus.

Bupati Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora, M.Si menegaskan, KBM masih menggunakan sistem belajar dari rumah (BDR) karena sampai saat ini kasus Covid-19 terus bertambah.

Dijelaskan, memang sudah ada petunjuk pelaksanaan pendidikan baik di zona merah maupun zona hijau, namun untuk penerapannya harus meminta persetujuan orang tua siswa, juga dari kepala daerah dan satuan tugas Covid-19.

Bupati Ngada Drs. Paulus Soliwoa, mengatakan KBM yang sebelumnya diwacanakan akan membali dibuka mulai awal bulan Januari 2021, untuk Kabupaten Ngada, belum bisa dipastikan.

"Untuk Kabupaten Ngada, KBM yang sedianya dilaksanakan mulai awal Januari 2021, itu kami kaji lagi. Kami patut mengkaji lagi dengan melihat potensi penyebaran Covid-19. Saya mau tegaskan, jangan keburu bicara mutu pendidikan di tengah wabah seperti ini. Yang harus diutamakan adalah kesehatan dan keselamatan manusia. Jika kesehatan dan keselamatan diabaikan, mutu macam apa yang mau kita ciptakan," ujar Bupati Soliwoa Sabtu (2/1/2021).

Ia berjanji akan segera memanggil dinas terkait untuk mengkaji kembali KBM tatap muka termasuk konsep manajemen KBM di tengah wabah masif Covid-19.

Ia menyatakan hingga saat ini total kasus Corona di Ngada 54 kasus. Dari 54 kasus tersebut 52 sudah sembuh dan 2 orang masih menjalani perawatan serta pemantauan tim medis ditempat karantina terpusat di Turekisa. (hh/din/ris/yel/gg)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved