Berita Bajawa Terkini
Malam Pergantian Tahun di Bajawa Tidak Ada Pesta dan Pawai, Tapi Ini yang Terjadi!
Nuansa malam pergantian tahun di Kota Bajawa Kabupaten Ngada sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya sangat ramai dengan
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Nuansa malam pergantian tahun di Kota Bajawa Kabupaten Ngada sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Jika tahun sebelumnya sangat ramai dengan pesta, pawai atau konvoi, kali ini hampir tidak kegiatan serupa.
Hal itu dikarenakan saat ini tengah dalam masa pandemi Covid-19. Wabah ini mengharuskan semua aktivitas dibatasi dalam rangka mencegah Covid-19.
Pantauan POS-KUPANG.COM di Kota Bajawa, Jumat (1/1/2021) sekitar pukul 00.00 Wita, suasana ramai hanya dengan suara dan dentuman petasan atau kembang api yang menghiasi langit Kota Bajawa.
Hampir tidak ada orang berkumpul karena sudah dilarang oleh Pemerintah dan Polres.
Sejumlah warga hanya menyalakan kembang api dari depan rumah mereka masing-masing. Itupun hanya sebagian orang saja.
Warga lainnya hanya berdiam diri dalam rumah berkumpul bersama keluarga untuk berdoa mensyukuri tahun yang baru.
Di beberapa titik keramaian hampir tidak ada orang. Suasananya sangat sepih. Hanya beberapa pengendara saja yang melintas saat itu.
Sementara tim gabungan melaksanakan patroli. Seperti TNI, Polri, Dishub dan Pol.PP Setda Ngada. Mereka mengelilingi beberapa tempat untuk memastikan situasi aman dan kondusif.
Warga Kota Bajawa, Hendrikus (30) menyatakan suasana pergantian tahun kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya banyak warga berkumpul sambil menikmati makan bersama, namun kali ini tidak ada sama sekali.
"Memang beda sekali. Kalau tahun sebelumnya pasti ramai sampai pagi. Sekarang sangat tidak bisa. Semua masyarakat sangat mengerti dengan keadaan," ujar Hendrikus sambil menyaksikan kembang api di Kota Bajawa.
Ia menyatakan sangat mendukung pemerintah dalam upaya mencegah penularan Covid-19. Ini semua demi kepentingan masyarakat.
"Kita tentu sangat mendukung upaya itu. Kita tidak ingin ada penularan Covid-19. Satu-satunya cara adalah mencegah. Sehingga ketika dilarang untuk berkumpul ya kita harus ikut,"ujarnya.
Warga lainnya, Amelia Dhena (25) mengaku sangat bersyukur karena suasana pergantian tahun sangat aman dan tidak menciptkan kebisingan.
"Bagi saya ini sangat luar biasa. Karena tidak ada pawai. Kita bersyukur masyarakat sangat memahami kondisi saat ini," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pesta-kembang-api-di-kota-bajawa-kabu.jpg)