Senin, 20 April 2026

Wabup Marianus Minta Masyarakat Jangan BAB Sembarangan

Wakil Bupati Nagekeo ( Wabup Nagekeo), Marianus Waja, melakukan kunjungan kerja ke Desa Odaute, Kecamatan Nangaroro

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
Dok. Humas Nagekeo
Suasana saat peresmian di Desa Odaute Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo, Minggu (27/12/2020). 

POS-KUPANG.COM | MBAY - Wakil Bupati Nagekeo ( Wabup Nagekeo), Marianus Waja, melakukan kunjungan kerja ke Desa Odaute, Kecamatan Nangaroro, Minggu (27/12/2020).

Kegiatan memang dijadwalkan tepat pukul 10.00 Wita. Namun, Wabup Marianus lebih awal keluar dari Mbay dan sempat mengikuti ibadah bersama umat di Kapela St. Benediktus Wodomia, desa Odaute pukul 08.00 Wita.

Kunjungan ini sekaligus dalam rangka serah terima hasil pekerjaan sanitasi perdesaan padat karya 2020, yang tersebar di 10 desa lokus stunting di Kabupaten Nagekeo dengan total alokasi anggaran sebesar 3,5 miliar rupiah.

Baca juga: Manggarai Tambah 1 Pasien Positif Covid-19, Total 18

Pekerjaan Sanitasi ini bersumber dari dana APBN melalui Direktorat Cipta Karya Kementerian PUPR RI . Infrastruktur yang dibangun berupa jamban dan tangki septik individual standar nasional.

Wabup Marianus menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah Provinsi dan pemerintah pusat terhadap Nagekeo.

Baca juga: Sejumlah Pemuda Serang Rujab Kapolres Nagekeo, Wabup Marianus: Kita Semua Tercoreng

"Desa Odaute, masuk kelompok lokus stunting, jadi pertanyaan besar. Wilayah Nagekeo masih banyak desa dengan stunting tinggi. Isu utama kita saat ini adalah lingkungan hidup, SDM, dan layanan publik. Hari ini bangun SDM. Hubungan apa sanitasi desa dengan SDM ini?," jelas Wabup Marianus.

Wabup Marianus meminta masyarakat untuk tidak boleh lagi Buang Air Besar (BAB) pada sembarangan tempat. Gunakan toiltet yang sudah dibangun tersebut.

Jika BAB sembarangan maka akan menimbulkan berbagai penyakit yang adan menyerang termasuk anak-anak.

"Jalau BAB (buang air besar) kita sembarangan berdampak banyak penyakit. Apalagi untuk anak-anak kita yang masih bayi. Anak-anak tumbuh tidak sehat, bahkan gagal tumbuh. Otaknya tidak cerdas, pikiran tidak lurus," ujarnya.

Ia menyatakan kalau pemerintah pusat melalui provinsi, bisa perhatikan sudut-sudut desa, kita pun harus bisa urus tempat kita. Jangan biarkan tempat kita kotor dan harus diurus dengan baik.

"Jumat ketiga, kita urus kebersihan jalan. Kita di NTT harus tahu diri. Kita punya hanya 1.5 persen. Lain adalah uang mereka dari daerah lain. "Pie" (pemali) kalau kita ambil yang bukan hak kita. Ada kepedulian pemerintah maka terjadilah kesejahteraan. Tahun depan, ada misa perdana di sini. Kami upayakan, jalan 2 kilo meter dibangun, air bersih masuk. Bukan karena misa perdananya, tapi kebutuhan masyarakatlah yang menjadi perhatian kita," tegasnya.

Ia meminta pada setiap Jumat keempat, para kepala desa, dusun dan RT, urus toilet warga. Perhatikan kebersihan toilet dan lingkungan agar selalu bersih.

"Saya apresiasi. PPK ini seorang perempuan. Tangani sanitasi 180 desa di NTT. Saya bangga anak muda masuk dan tinggal di desa-desa," ujarnya.

Selesai sambutan, acara dilanjutkan dengan peresmian fasilitas infrastruktur terbangun yang ditandai dengan pengguntingan pita pada salah satu fasilitas milik Yosef Sema, sekitar 300 meter dari tempat acara.

Wabup Marianus mengajak semua peserta berjalan kaki menuju tempat peresmian. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved