Sejumlah Pemuda Serang Rujab Kapolres Nagekeo, Wabup Marianus: Kita Semua Tercoreng
Wabup Nagekeo), Marianus Waja mengaku sangat kecewa lantaran beberapa waktu lalu sejumlah pemuda menyerang Rujab Kapolres Nagekeo di Kota Mbay
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | MBAY - Wakil Bupati Nagekeo ( Wabup Nagekeo), Marianus Waja mengaku sangat kecewa lantaran beberapa waktu lalu sejumlah pemuda menyerang Rumah Jabatan ( Rujab) Kapolres Nagekeo di Kota Mbay.
Wabup Marianus mengaku atas kejadian tersebut nama Kabupaten dan masyarakat Nagekeo tercoreng. Hal ini tentu menjadi perhatian semua pihak.
"Bupati dan wakil bupati serta kita semua, harus tercoreng mukanya, karena beberapa malam lalu, sekelompok anak muda, orang-orang kita, bisa datang bergerombol melempari rumah jabatan Kapolres Nagekeo," ujar Wabup Marianus di Desa Odaute Kecamatan Nangaroro, Minggu (27/12/2020).
Baca juga: Prakiraan BMKG: Tiga Daerah Ini Diprediksi Terjadi Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang
Ia mengaku sangat prihatin dan kecewa atas tindakan sekelompok pemuda yang menyerang Rujab Kapolres Nagekeo. Ini harus menjadi atensi kedepan. Keluarga sebenarnya harus memperhatikan anak-anak, jangan membiarkan mereka melakukan kegiatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
"Saya prihatin dan sangat kecewa. Ini terjadi karena lingkungan dan keluarga kita yang kurang kondusif. Budaya "ka punu inu deri" (nasihat saat makan bersama dalam keluarga) mulai hilang. Sambil makan, bisa omong-omong. Orang tua tahu jam sekian anak saya di mana. Usia anak sampai jelang menikah, itu adalah tanggung jawab kita orang tua. Sanitasi yang buruk berdampak pada gagal tumbuhnya kecerdasan anak," ujarnya.
Baca juga: Inilah Sebaran Kasus Covid-19 di Sumba Timur
Ia menyatakan kita ingin agar wisatawan datang ke Nagekeo yang akan menginap namun sangat tidak elok ketika di Nagekeo situasi dan kondisi tidak kondusif. Yang ada adalah orang tidak mau berkunjung.
Ia menegaskan manusia tidak bisa hidup tanpa orang lain. Maka harus berbuat baik terhadap sesama. Hidup saling membutuhkan.
"Kita mau jadi daerah wisata. Kita mau orang datang bawa uang. Orang harus datang dengan gembira di Mbay. Kalau "papa kola" (berkelahi) tiap hari kita "mona dapa doi" (tidak dapat uang). Kalau tidak nyaman, sama saja. Hanya bersama orang lain, kita bisa hidup," ujarnya.
Ia mengajak semua masyarakat untuk menjaga Kamtibmas. Hindari segala bentuk kegiatan yang tidak produktif. Jaga ketentraman dan saling menghargai satu dengan yang lainnya.
"Saya minta tolong, jaga kota Mbay tetap sejuk. Kita perlu fokus untuk Mbay, ibu kota kita, sa'o pu'u kita. "Ka punu inu deri" harus dilestarikan lagi," pesan Wabup Marianus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/sejumlah-pemuda-serang-rujab-kapolres-nagekeo-wabup-marianus-kita-semua-tercoreng.jpg)