Saluran Irigasi Persawahan Ngalor Lodos, Borong Jebol, Petani Minta Pemerintah Perbaiki

Saluran Irigasi Wae Laku tepatnya di area persawahan Ngalor Lodos, di Desa Bangka Kantar, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi NTT jebol

Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Saluran Irigasi terlihat jebol 

POS-KUPANG.COM | RUTENG----Saluran Irigasi Wae Laku tepatnya di area persawahan Ngalor Lodos, di Desa Bangka Kantar, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi NTT jebol.

Martinus Kapul, warga yang juga sebagai petani setempat, Kepada POS-KUPANG.COM, Senin (28/12/2020) mengatakan, jebol saluran irigasi itu diperkirakan sekitar satu bulan yang lalu. Jebolnya saluran irigasi itu karena tertimbun pasir yang dibawa oleh air dari saluran air irigasi itu.

"karena tertimbun pasir, sehingga air meluap dan kikis tanah dari luar pondasi saluran akhirnya jebol,"ungkap Martinus.

Baca juga: Pelayanan UGD RSUD Umbu Rara Meha Waingapu Sudah Dibuka Kembali

Martinus mengatakan, usai jebol masyarakat petani yang memiliki lahan persawahan yang mendapat pengairan dari saluran irigasi itu melakukan swadaya dengan membendung air secara manual menggunakan papan dan ditimbun dengan karung-karung yang berisi pasir.

"Kalau tidak maka banyak petak-petak sawah milik petani tidak bisa diairi karena irigasi ini jebol. Sekarang dengan kami gotong royong secara swadaya bendung secara manual itu kini air disaluran irigasi itu masih bisa normol meskipun ada sedikit merembes keluar akibat bocor,"ungkap Martinus.

Baca juga: Polres Kupang Kota Masih Melakukan Pemeriksaan Surat Kendaraan yang Telah Diamankan

Namun kata Martinus, masyarakat sebagai petani sangat berharap kepada Pemerintah melalui Instansi terkait untuk bisa memperhatikan itu untuk bisa memperbaikinya kembali.

"Karena yang kami bangun ini tidak bersifat permanen. Kalau tidak cepat diperbaiki maka tidak lama akan jebol lagi,"ungkap Martinus.

Petani lainya, Siprianus, juga menyampaikan hal yang sama.

Siprianus berharap agar Pemerintah melalui Dinas atau Instansi terkait segera memperbaikinya secara permanen, sehingga tidak mengacam petani saat menanam padi di sawah.

"Harapan kita bisa segera diperbaiki, kalau tidak maka bendung yang swadaya manual ini tidak lama akan rusak dan mengacam hasil padi sawah kami,"ungkap Siprianus.

Sementara itu pantauanPOS-KUPANG.COM, terlihat saluran irigasi dibuat dari campuran semen dengan lebar sekitar 1 meter itu jebol. Panjang jebolan sekitar 5 meter.

Terlihat puing-puing runtuhan tembok saluran irigasi ada di lokasi jebol itu. Tanpak juga di lokasi jebol itu telah ditutup dengan tulang/papan untuk membendung air tidak keluar dari saluran itu.

Papan itu dipaku tahan dengan kayu-kayu. Selain kayu-kayu penahan papan itu juga ditimbun puluhan karung yang berisi pasir untuk menahan papan yang membendungi air itu.

Meskipun demikian masih terlihat sebagian air dari saluran itu keluar dari timbunan dan juga papan itu karena masih bocor. Di sekitar lokasi jebol itu terdapat petak-petak sawah yang sudah ditanami padi dan juga tanaman jagung milik para petani setempat. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved