Webinar Jasa Raharja dan Polda NTT
Edo Rusyanto Tegaskan Kecelakaan Lalulintas Ancam Bonus Demografi Indonesia, Mengapa?
Kalau untuk mencapai bonus demografi kita diganggu oleh kesehatan, satu di antaranya kecelakaan, kita tidak akan bisa merasakan bonus demografi
Penulis: Hasyim Ashari | Editor: Hasyim Ashari
Edo Rusyanto Tegaskan Kecelakaan Lalulintas Ancam Bonus Demografi Indonesia, Mengapa?
POS-KUPANG.COM - Narasumber Webinar Drive Safe, Safe Other Edo Rusyanto Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) mengatakan persoalan kecelakaan lalulintas adalah persoalan kemanusiaan, kesehatan, dan persoalan sosial. Persoalan diri kita sendiri.
"Lebih dari separo korban kecelakaan itu, terdampak secara ekonomi. Tadi Pak Kapolda menyebut lebih dari separo korban kecelakaan adalah usia produktif. Usia produktif adalah genarasi penerus. Indonesia tahun 2025 itu, berharap ada bonus demografi," ujarnya.
Kalau untuk mencapai bonus demografi kita diganggu oleh kesehatan, satu di antaranya kecelakaan, kita tidak akan bisa merasakan bonus demografi.
"Kalau secara kasat mata pelanggaran begitu tinggi, kenapa? Sudah tahu lampu merah, tapi diterobos. Ada namanya internalisasi. Ada problem kesadaran, pemahaman, dan kepedulian bagaimana kita mengenal risiko," paparnya.
Kalau kata anak muda menurutnya, hanya ada dua risiko. "Ditabrak atau menabrak. Setiap orang bisa jadi pelaku," ujarnya.
Tapi, bisakah kita memperkecilnya? "Kita memperkecil resiko di jalan raya. Kalau tahuu resikonya, maka cari tahu cara memperkecil resikonya," paparnya.
Untuk memperkecil risiko di jalan raya itu gampang.
"Kompetensi. Dia memiliki kemampuan mengendarai kendaraan, sekaligus memiliki kemampuan berlalulintas di jalan. Kompetensi negara mengeluarkan SIM. Kalau dia punya kompetensi, dia punya modal 25 persen mengurangi angka kecelakaan lalulintas," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/edo-rusyanto-koordinator-jarak-aman.jpg)