Roadmap 906 Km Jalan Provinsi NTT Rampung Pada 2021
roadmap terkait pekerjaan perbaikannya seluruh ruas jalan provinsi yang rusak sepanjang 906 km itu dalam waktu tiga tahun.
Penulis: Ryan Nong | Editor: Rosalina Woso
Roadmap 906 Km Jalan Provinsi NTT Rampung Pada 2021
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT memastikan akan menyelesaikan pengerjaan perbaikan ruas jalan provinsi pada 2021. Sepanjang 906 km dari total 2.650 km panjang jalan provinsi di provinsi yang berbatasan dengan Timor Leste dan Australia tersebut rusak.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT, Maksi Nenabu menjelaskan sesuai dengan target yang dicanangkan Gubernur dan Wakil Gubernur, perbaikan seluruh ruas jalan provinsi yang rusak harus selesai dalam waktu 3 tahun kepemimpinannya.
Karena itu pihaknya telah membuat roadmap terkait pekerjaan perbaikannya seluruh ruas jalan provinsi yang rusak sepanjang 906 km itu dalam waktu tiga tahun.
Nenabu menjelaskan, pada 2021, pihak Dinas PUPR telah memprogramkan akan menuntaskan lebih dari 500 km jalan yang rusak. Untuk pengerjaan perbaikan ruas jalan itu, telah disetujui anggaran sebesar Rp 1 triliun.
"Tahun 2021 kita program 500an km, kita akan tuntaskan itu. Kita sudah masukkan semua ruas jalan untuk selesaikan sisanya, jadi 906 km yang rusak sudah tersentuh," kata Nenabu ketika dihubungi POS-KUPANG.COM, kamis (17/12).
Ia mengatakan, pengerjaan perbaikan jalan tersebut menyasar seluruh kabupaten kota di NTT.
"Kita sentuh semua jalan yang rusak, intinya kita sentuh semua supaya bisa merubah waktu tempuh masyarakat. Bukan tuntas semuanya aspal, tetapi kita kombinasikan dengan perkerasan GO," katanya.
Dengan demikian, program peningkatan jalan provinsi dapat diselesaikan sesuai target. Ia mengatakan, pada 2022 nanti, jalan jalan tersebut akan ditingkatkan dengan pengaspalan.
Dalam roadmap yang dibuat Dinas PUPR NTT, pada tahun 2020 dinas menargetkan perbaikan sepanjang 450 kilometer ruas jalan provinsi yang rusak. Namun dalam realisasinya, Dinas PUPR hanya bisa menangani 372,74 kilometer jalan hingga akhir 2020.
Ia menjelaskan, anggaran pengerjaan perbaikan ruas jalan Provinsi bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Pinjaman daerah.
Ada dua sumber pinjaman yakni pinjaman dari Bank NTT sebesar Rp 149,7 miliar untuk 15 ruas jalan dengan panjang 108 kilometer dan pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dengan total Rp 189,7 miliar untuk 16 ruas jalan sepanjang 153 km.
Baca juga: Pilkada Sukses, Kapolres Belu AKBP Khairul Saleh Ucapkan Terima Kasih untuk Masyarakat
Baca juga: Paslon Yang Ingin Menggugat Ke MK, John Tuba Helan : Butuh Pertimbangan dengan Alat Bukti Yang Ada
Baca juga: 2 Hotel di Labuan Bajo Disita Kejati NTT Terkait Kasus Jual Beli Aset Pemda Mabar
Sementara itu, sumber pembiayaan dari DAK yang digunakan terbagi atas DAK Khusus dan Reguler. DAK Khusus dialokasikan bagi daerah wisata premium Labuan Bajo untuk dua ruas jalan yakni Simpang Noah-Golowelu dan Nggorang-Kondo-Noah-Hita. Sementara DAK Regular untuk dua ruas di Timor dari Barate-Manubelon-Naikliu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)