Disertasi Doktoral Gubernur Laiskodat Jadi Referensi Percepatan Pembangunan Pariwisata NTT

Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat meraih gelar doktor Studi Pembangunan dari Fakultas Interdisipliner Universitas Kristen Satya Wacana

Penulis: Ryan Nong | Editor: Kanis Jehola
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
Gubernur Viktor Laiskodat saat mempertanggungjawabkan disertasi tentang pariwisata di hadapan penguji pada Rabu (16/12/2020). 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Gubernur Nusa Tenggara Timur ( Gubernur NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat meraih gelar doktor dalam Studi Pembangunan dari Fakultas Interdisipliner Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga. Disertasi tentang transformasi pariwisata NTT mengantar Gubernur Laiskodat merengkuh gelar doktor setelah sidang ujian tertutup yang berlangsung Rabu (16/12/2020) pagi.

Sidang ujian doktoral itu dilaksanakan secara online dan disiarkan lewat zoom meeting.

Disertasi Gubernur Laiskodat dengan judul Transformasi Pariwisata Nusa Tenggara Timur (Inclusive, Local Resources-based, Sustainable) itu dibimbing dan diuji oleh promotor Prof. Daniel D. Kameo, Ph.D., serta co promotor Prof. Dr. Intiyas Utami, Dr. Wilson M.A. Therik, Titi Susilowati Prabawa, Ph.D., Dr. Gatot Sasongko dan Rektor Undana Kupang Prof. Dr. Fredrik L. Benu.

Baca juga: 6 Lampu Lalulintas di SoE Tak Berfungsi

Disertasi tentang 45 destinasi pariwisata NTT yang dibuat Gubernur Laiskodat, menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Wayan Dharmawa akan menjadi referensi dalam pembangunan Pariwisata di NTT.

"Hal yang disampaikan Pak Gubernur dalam disertasinya, saya pikir akan menjadi referensi percepatan pembangunan Pariwisata NTT untuk mewujudkan pariwisata sebagai penggerak utama pembangunan dan mempercepat penurunan penduduk miskin," kata Wayan Dharmawa saat dihubungi POS-KUPANG.COM, Kamis (17/12/2020).

Baca juga: Wabup Agus Boli Rayakan Ulang Tahunnya Bersama Anak-Anak Cacat

Wayan Dharmawa mengatakan, studi yang dilakukan oleh Gubernur Laiskodat tentang 45 destinasi wisata memberikan dukungan informasi dan kebutuhan bagaimana pengembangan di masing masing destinasi wisata di seluruh NTT.

"Pada saat ujian disertasi, salah satu yang didorong bagaimana meningkatkan kualitas kelembagaan untuk mewujudkan destinasi pariwisata berbasis masyarakat," ujar pria yang juga merupakan Ketua PHDI NTT ini.

Hal itu, jelasnya, sesuai dengan kebijakan pariwisata NTT yang menempatkan community based tourism atau pariwisata berbasis masyarakat.

Sebelumnya, hal yang sama disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT, Dr. Ardu Jelamu Marius. Disertasi ilmiah yang dibuat oleh Gubernur Laiskodat itu, menurut dia, akan dijadikan referensi dalam pengembangan pariwisata Provinsi NTT.

"Didalamnya diulas juga tentang rantai pasok dari sektor lain untuk mendukung pariwisata diantaranya pertanian, perikanan dan kelautan, serta peternakan. Sehingga terjadi satu mata rantai ekonomi secara keseluruhan yang melibatkan masyarakat langsung," ujar Ardu Jelamu kepada wartawan.

Pariwisata NTT, kata Ardu Jelamu, harus melibatkan masyarakat sekitarnya. Saat ini NTT dan Labuan Bajo sedang menjadi daya tarik utama sehingga mendapatkan banyak intervensi pembangunan dari Pemerintah Pusat. Labuan Bajo juga akan akan menjadi lokomotif pariwisata lain di NTT.

Ardu Jelamu juga menambahkan, promosi Doktor Gubernur Laiskodat secara terbuka akan dilaksanakan di Universitas Satya Wacana Salatiga pada awal Januari 2021.

Masyarakat NTT, kata Ardu Jelamu, memberikan apresiasi kepada Gubernur NTT yang menyelesaikan disertasi ilmiah hasil proses meneliti, menulis, berdiskusi dan melakukan elaborasi pemikiran tentang pariwisata NTT.

Dalam kepemimpinannya, Gubernur Laiskodat bersama wakilnya, Josef Nae Soi menjadikan sektor pariwisata sebagai "prime mover" pembangunan di NTT. Selain sinergi dengan pemerintah pusat untuk mengembangkan pembangunan pariwisata terintegrasi dan berkelanjutan, Pemerintah Provinsi NTT juga membangun dan merekayasa destinasi unggulan baru di setiap kabupaten di NTT. (Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved