Indeks Pembangunan Manusia

Kualitas Hidup NTT Terendah, Masih Berada di Bawah Rata-Rata Indeks Pembangunan Manusia Nasional

Provinsi NTT berada pada level 66,11, sedang Papua yaitu 60,44 dan Papua Barat di 65,19 indeks pembangunan manusia (IPM) manusia berada di level 71,94

Editor: Bebet I Hidayat
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Nampak para siswa-siswi SDN Tuatenu Desa Oekiu, Kecamatan Amanuban Selatan, NTT, sedang belajar di dalam bangunan sekolah yang masih bersifat darurat. Kualitas Hidup NTT Terendah, Masih Berada di Bawah Rata-Rata Indeks Pembangunan Manusia Nasional 

"Covid ini menyebabkan banyak masyarakat yang mengalami penurunan pendapatan sehingga bisa dilihat pengeluaran per kapita turun," ujar dia.

Kesenjangan Indeks Pembangunan Manusia Antar-Daerah Tinggi

BPS melaporkan adanya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia ( IPM) Indonesia menjadi 71,39 di 2018. Angka tersebut meningkat 0,58 poin atau setara dengan 0,82 persen dibandingkan 2017 lalu.

Meskipun ada peningkatan, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan disparitas atau kesenjangan IPM antar kabupaten/kota masih tinggi. Kota dengan IPM tertitnggi saat ini dipegang oleh Yogyakarta dengan IPM sebesar 66,1, sementara di Kabupaten Nduga, Papua hanya 29,4.

"Jadi bisa dibayangkan keadaan pendidikan dan kesehatan di sana (Kabupaten Nduga), dan kembali lagi kuncinya kepada infrastruktur," ujar Suhariyanto di Jakartam Senin (15/4/2019).

Baca juga: Guru Ini Mengaku Salah & Minta Maaf Telah Salah Buat Soal, Prasetyo Tetap Bersikukuh Lapor Polisi

Sementara dari segi Provinsi, DKI Jakarta menduduki posisi sebagai provinsi dengan IPM tertinggi, yaitu sebesar 80,47 sementara Papua menduduki posisi Provinisi dengan IPM terendah yaitu 60,06.

"Tapi berita yang menggembirakan bahwa pada 2018 ini Provinsi Papua IPMnya sudah masuk kategori sedang. Tahun lalu nilai IPM Papua masih sebesar 59,09, masih di kategori sedang," jelas Suhariyanto.

Untuk bisa mencapai pemerataan IPM di setiap daerah, Suhariyanto mengatakan berbagai program pembangunan ekonomi yang diluncurkan oleh pemerintah harus berkualitas dan berlandaskan nilai-nilai sosial yang inklusif.

"Kita harus memberikan kesempatan kepada masyarakat kecil untuk bisa mengecap pendidikan serta kesehatan sehingga membuat disparitasnya juga mengecil," ujar dia.

Melambat

BPS mencatat terjadinya penurunan nilai pengeluaran per kapita masyarakat akibat adanya pandemi Covid-19.

Hal itu menjadi salah satu pemicu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2020 yang hanya sebesar 71,94 atau hanya tumbuh 0,03 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Kepala BPS Suhariyanto, setiap tahun wajarnya pertumbuhan IPM di kisaran 0,5 persen hingga 0,6 persen per tahun.

"Covid ini menyebabkan banyak masyarakat yang mengalami penurunan pendapatan sehingga bisa dilihat pengeluaran per kapita turun," ungkap Suhariyanto dalam keterangan pers secara virtual, Selasa (15/12/2020).

BPS mencatat, pengeluaran per kapita masyarakat Indonesia pada tahun 2020 ini sebesar Rp 11,01 juta. Jumlah tersebut turun 2,53 persen bila dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 11,3 juta.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved